Kiai di Tuban Pertanyakan Kesalahan Logo NU di Iklan Surat Kabar

TUBAN (bangsaonline)

Kesalahan logo Nahdlatul Ulama (NU) didesain iklan ucapan selamat pelantikan Jokowi-JK di sebuah koran nasional terbitan Surabaya, pada 20 Oktober, dipertanyakan kalangan Kiai dari Tuban.

Dengan munculnya desain logo NU yang tidak sesuai dengan aslinya, dikhawatirkan bisa menimbulkan kesalapahaman. Selain itu, jika kesalahan tersebut tidak segera dibenahi dan diklarifikasi maka bisa mencederai hati warga NU.

Kesalahan penulisannya terdapat pada penambahan huruf lam. Dimana kata yang sebenarnya adalah nahdlatul ulama. Namun tulisan yang diterbitan koran itu, bertuliskan Nahdlatul la Ulama. Dari situlah yang mengakibatkan respon dan komplain dari warga NU.

"Ketika saya membaca koran itu yang terbit tanggal 20 Oktober kemarin dan membaca pada halaman iklan ucapan selamat atas dilatiknya Presiden Jokowi-Jusuf Kalla, ada logo Nahdlatul Ulama yg saya lihat tidak seperti lazimnya logo NU," ujar Sekretaris PCNU Tuban Jamal Ghofir SSosI MA saat dikonfirmasi, Selasa (21/10/2014).

Menurutnya, untuk menghindari kesalapahaman, berharap untuk adanya klarifikasi terkait Logo NU yg termuat dalam media tersebut. Tidak hanya itu, dia berharap pihak manajemen koran meminta maaf kepada warga NU terkait kekhilafan pemasangan logo itu.

Jamal pun berharap, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Baik dari internal maupun eksternal organisasi. Bahkan, meminta para kader Muda NU agar lebih krtitis dan senantiasa tabayun pada permasalahan yg ada seperti penulisan logo yang salah itu.

"Intinya yang terpenting jangan saling menyalahkan. Dengan tujuan tetap tetcipta keharmonisan bersama," tandasnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Ketua Lajnah Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Tuban, M. Syihabbuddin mengatakan, warga NU harus jeli terhadap tulisan logo NU. Karena saat ini banyak logo NU yang dilencengkan dari kaidah penulisannya. Contoh saja diinternet, banyak beberapa logo NU beredar yang tidak sesuai. Padahal jika sesuai kaidah penulisannya itu, nahdlatul ulama tidak ditambahi la ulama. Akan tetapi kenyataannya masih ada yang menggunakan "Nahdlatul La Ulama" . Maka dari itu, sebagai warga NU marilah dengan jeli dan mencermati setiap penulisan logo NU. Baik di internal organisasi maupun di masyarakat umum,” kata dia.


Kiai di Tuban Pertanyakan Kesalahan Logo NU di Iklan Surat Kabar