Muhaimin Iskandar Yakin PKB Menang di Madura

SUMENEP (bangsaonline) – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, memanfaatkan masa kampanye Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, bertandang ke Kabupaten Sumenep, tepatnya kawasan Pondok Pesantren Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, Sabtu (22/3/2014) pagi.

Kedatangan orang nomor satu di PKB ini disambut ratusan kader dan simpatisan PKB maupun warga Nahdliyin. Seluruh petinggi DPC hingga DPAC PKB Sumenep, memenuhi auditorium tersebut.

Muhaimin mengatakan, PKB memiliki sejarah yang bagus pada Pemilu 1999, dan mampu memberangkatan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia ke-4, yang berkoalisi dengan PDI Perjuangan. "Sejarah itu harus terulang kembali. Saatnya PKB bangkit dan memenangkan Pemilu 2014 ini," tandasnya.

Ia yakin di wilayah Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, PKB akan meraup suara tertinggi di Pemilu ini. Dukungan para ulama, pengurus PKB dan seluruh warga Nahdliyin akan bisa mendorong serta menciptakan kekuatan besar untuk PKB.

"Kita tahu kalau di Madura ini sangat mendukung sosok Mahfud MD. Mudah-mudahan kehadiran beliau sebagai kandidat Calon Presiden di PKB, dapat mendongkrak suara PKB di Madura. Kami yakin PKB bisa mengulang sejarah lagi memenangkan Pemilu tahun ini," terangnya.

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah dukungan masyarakat. Soal Capres akan ditentukan setelah perolehan suara atau kursi pada Pileg, 9 April mendatang. "Kalau kandidat di PKB sudah menyiapkan dua figur, yakni Mahfud MD dan Rhoma Irama. Tapi siapa yang akan diputuskan maju sebagai Capres PKB, akan menunggu survey dan hasil Pileg, 9 April 2014," ungkapnya.

Jika nantinya PKB ternyata meraih suara diatas 20 persen, lanjut Muhaimin, dipastikan PKB akan mengusung sendiri Capres dan Cawapres. Namun, jika dibawah 20 persen maka akan berkoalisi. "Persoalan mau koalisi dengan siapa, ya kita tunggu saja nanti perolehan suara Pileg. Kita masih berupaya suara PKB mendapat 20 persen lebih, sehingga bisa mengusung sendiri Capres dan Cawapres," pungkasnya.