Atasi Antrean Pasien & Operasi, Khofifah Minta Seluruh RS Jatim Terapkan Layanan Telemedicine

"Ke depan, dengan tantangan di bidang layanan kesehatan, seperti masalah antrean dan tunggu operasi, maka kami akan menerapkan program pelayanan telemedicine di sel-sel rumah sakit yang ada di Jawa Timur," kata Gubernur Khofifah di Jakarta usai menerima DIPA alokasi dana transfer daerah tahun anggaran 2020 , Kamis (14/11/2019).

Pedoman pelayanan “clinical guideline “ untuk telemedicine di rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur akan disusun bersama. Sehingga metode pelayanan terhadap penyakit tertentu akan relatif sama di setiap Rumah Sakit yang ada di Jawa Timur.

"Harapannya rumah sakit Jawa Timur menjadi jejaring pelayanan tingkat lanjut yang terjaga mutunya. Rumah sakit dengan Tipe A dapat membantu proktoring pada rumah sakit tipe A lain atau dibawahnya. Sistem ini sudah dilakukan di RSUD Dr Soetomo dengan RSAL untuk pasien bedah saraf dan terbukti bisa saling membantu dalam mengatasi antrean pasien," kata Khofifah.

Bahkan Program Digipedis atau Digitalisasi Utilitas IGD dan Ruang Rawat Inap yang dilakukan di RSUD Dr Soetomo sejak 13 Juli 2019, sebagai salah satu program CETTAR 99 hari kerja, dinilai berhasil oleh Kementerian Kesehatan dalam memobilisasi tenaga perawat saat pasien melonjak di layanan IGD tanpa menambah jumlah tenaga perawat definitip. Keberhasilan itu membuat RSUD Dr Soetomo mendatapatkan Award dalam Human Resources and Development Program tanggal 25 Oktober 2019.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: