Para pelamar tampak memenuhi ruangan SKCK Polresta Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Dalam seminggu terakhir, ruang pelayanan SKCK Polresta Sidoarjo mendadak ramai pengunjung. Bahkan, di dekat lokasi dibangun tenda untuk menampung antrean. Sebab, rata-rata dalam sehari, 400 warga mengantri surat catatan kriminal tersebut.
Mayoritas masyarakat mengurus surat tersebut untuk keperluan melamar pekerjaan. "Daftar CPNS, mumpung belum telat, infonya berakhir 25 November nanti," cetus Yudhi Catur (23) warga Krian, Senin (18/11).
BACA JUGA:
- Brio Diduga Masuk Jalur Lawan, Tabrakan Beruntun di Balongbendo Sidoarjo Tewaskan 2 Pemotor
- Bobol Rumah di Gedangan, Pria Asal Sukodono Ditangkap Resmob Polresta Sidoarjo
- Polresta Sidoarjo Ungkap 33 Kasus Narkotika Selama Mei 2026, Total BB Disita Hampir Rp45 Miliar
- Tinggal Sekamar Kos, Pria di Sidoarjo Setubuhi Anak Kandung Berusia 17 Tahun hingga Hamil
Sebab, lanjutnya, surat tersebut wajib dimiliki untuk mendaftarkan diri menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). "Antrenya ngak lama, kebetulan saya cuman ngurus perpanjangan SKCK. Bisa dipakai enam bulan ke depan," tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Herlambang, pria 28 tahun asal Magersari. "Mau ngelamar kerja," ucapnya. Bedanya, Namun, dia mengaku kerepotan untuk membuat SKCK baru. "Memang datang agak siang, antrean sudah panjang," keluhnya.
Apalagi, saat itu dia juga harus menyiapkan berbagai administrasi yang harus dibawa. Mulai fotokopi KTP, foto, ijazah, dan lain-lain. "Saya pikir SKCK online seperti mendaftar email. Rupanya harus membawa beberapa berkas juga," sebutnya.
Kasat Intelkam Polresta Sidoarjo Kompol Edi Hartono menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dua alat rekam sidik jari. Untuk mengatasi antrian tersebut. "Biasanya yang cukup memakan waktu pada proses tersebut. Terutama untuk pendaftar baru," jelasnya.
Namun, lanjut Edi, selain di Mapolresta, masyarakat juga bisa mengurus keperluan SKCK di MPP atau Polsek Jajaran. "Sama saja, agar tidak terlalu jauh dan mengantre," jelas Mantan Wakasat Intelkam Polrestabes Surabaya itu.
Selain itu, proses pembayaran langsung melalui perbankan. Dengan menyertakan bukti pembayaran kepada petugas. "Agar proses cepat selesai, serta menghindari calo atau pungutan liar," pungkasnya. (cat/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




