Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko didampingi beberapa kepala dinas terkait saat meninjau proyek pembangunan pasar sayur tahap 2.
"Mereka ke sini untuk memastikan pada 28 Januari 2020 ini, apakah memang sudah benar-benar selesai sesuai apa yang kita janjikan," kata Wawan.
Selaku vendor kontraktor ia menegaskan harus bisa menyerahkan pasar ini 100 persen tepat pada waktunya. Oleh karena itu ia meyakinkan pasti rampung.
"Tadi juga dilakukan checklist, mulai dari beton dan konstruksinya serta yang lainnya. Kemudian yang untuk drainase, Bu Wali tadi juga menyarankan untuk dibenahi. Beberapa hari yang lalu telah disidak dewan. Kebetulan kemarin pada saat itu dialiri air cuma dua tangki air," paparnya.
Menurutnya, aliran dua tangki air saja tidak bisa dijadikan ukuran untuk mengecek air. Sebab, beberapa hari yang lalu ada hujan deras, dan ternyata drainase yang dimaksud tidak ada kendala.
"Terkait sidak yang kemarin, kami berterima kasih karena sudah diingatkan. Tentunya itu semua jadi catatan saya. Kalau ke depannya terjadi apa-apa setelah diserahterimakan pada 28 Januari nanti, saya masih ada retensi selama enam bulan," tuturnya.
Dari masa enam bulan itu, lanjut Wawan, bisa dilakukan perbaikan kerapian dari drainase atau item yang lainnya.
"Artinya, pembangunan ini sudah sesuai spek dan saya tidak main-main dalam mengerjakannya. Selain itu saya asli warga Bumi Kota Batu. Kalau mau main-main dengan pembangunan ini, selain berhadapan dengan hukum, saya juga tidak akan menciderai rekan-rekan kita orang Batu sendiri yang tergabung di pasar sayur ini," sergahnya.
Diketahui, pembangunan pasar sayur tahap dua menelan anggaran APBD Kota Batu senilai Rp 5 miliar. Dengan luas dalamnya dari besi ke besi 42 X 52 meter, sejumlah total 2.184 meter persegi, dengan sekatan los sejumlah 138, serta ketambahan sejumlah 14 lapak transit, dan 6 kios ukuran 3X3 tempat packing. (asa/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




