Sabtu, 23 Januari 2021 19:59

​Sambangi Polrestabes Surabaya, Pesilat Pagar Nusa Minta Penerapan Sila ke-5 Pancasila

Jumat, 03 April 2020 22:51 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Sambangi Polrestabes Surabaya, Pesilat Pagar Nusa Minta Penerapan Sila ke-5 Pancasila
Pesilat yang tergabung dalam Persatuan Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kota Surabaya beraudiensi dengan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran untuk menanyakan perkembangan kasus pengeroyokan yang menimpa pesilat Pagar Nusa. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Puluhan Pesilat Pagar Nusa Kota Surabaya menyambangi Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan, Jumat (3/4). Kedatangan mereka untuk meminta polisi menerapkan sila ke-5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Para pesilat di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut merasa belum mendapatkan keadilan terkait kasus pengeroyokan 4 pesilat Pagar Nusa yang berujung tewasnya seorang pesilat.

"Kami datang ke sini untuk meminta pasal ke-5 Pancasila dilaksanakan oleh petugas. Rekan kami tewas dikeroyok tapi tidak ada pelaku yang ditangkap. Tentu rasa keadilan kami terusik," tegas Koordinator pelatih Pagar Nusa Surabaya, Tri Yudi Effendi.

Yudi melanjutkan, empati pesilat Pagar Nusa terpanggil saat mengetahui rekannya, Wahyu Eko Prasetyo meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Jumat (3/4). Wahyu menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan selama 13 hari atau hampir dua pekan.

Solidaritas pun muncul dari para pesilat anggota Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa. Sebab, Wahyu adalah korban pengeroyokan massa di kawasan Menanggal pada Selasa (21/3) dini hari.

"Kami sangat berduka cita atas kematian rekan kami. Apalagi Wahyu dikeroyok tanpa alasan. Ini pengeroyokan, bukan perkelahian. Ini yang harus digarisbawahi. Karena itu, atas nama keadilan kami minta polisi mengusut kasus ini dan menangkap para pelaku," imbuhnya.

Yudi mengungkapkan, sebagai pesilat yang berada di bawah naungan NU, Pagar Nusa selalu menjunjung tinggi etika dan supremasi hukum. Karena itu, pihaknya tidak melakukan balas dendam apalagi main hakim sendiri. Pagar Nusa menempuh jalur hukum dengan melapor ke pihak kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Surabaya.

Namun, pihaknya mengaku kecewa karena sejak laporan polisi dibuat tanggal 21 Maret 2020, hingga korban akhirnya meninggal dunia dalam perawatan pada 4 April 2020, belum ada perkembangan dari kasus ini. Alih-alih pelaku ditangkap, komunikasi dari penyidik saja tidak ada sampai hari ini.

"Karena itulah, hari ini kami memutuskan menyambangi Mapolrestabes Surabaya untuk menanyakan perkembangan kasus ini. Tadi Pak Kasatreskrim, AKBP Sudamiran berjanji akan menangkap pelakunya siapa pun itu. Ya, kami akan tunggu komitmen beliau," ujar pria yang akrab disapa Gareng tersebut. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...