"Mas, gantian ya. Bisa Pak Sujono Jonet, Pak Khamim, atau Pak Kaji Nanang," ujar Didik Machmud, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu saat dikonfirmasi terkait jebolnya atap Pasar Sayur.
Hal senada juga diungkapkan H. Khamim Tohari, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu. Ia tidak mau berkomentar dan meminta BANGSAONLINE.com untuk meminta tanggapan anggota Komisi C yang lain. "Monggo teman-teman saja bos. Gantian ya," jawabnya singkat.
Hanya Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, H. Hari Danah W. yang berani memberikan tanggapan. Menurutnya, pihak kontraktor masih memiliki tanggung jawab pemeliharaan selama 6 bulan.
"Waktu peresmian, dewan tidak ada yang hadir karena dewan sudah mengingatkan melalui dinas terkait dan tidak ada tanggapan. Lalu kemudian dipaksakan diresmikan," ujar politikus Partai Gerindra ini.
Seperti diberitakan, pasar sayur ini telah diresmikan penggunaannya pada tanggal 17 Februari 2020 oleh Wali Kota Batu. Proyek ini dikerjakan kontraktor PT Bintang Wahana Tata (BWT). Anggaran yang digunakan untuk membangun pasar sayur ini senilai Rp 5,04 miliar.
Sebelumnya, Dirut PT. BWT Wawan Prasetyawan mengungkapkan bahwa pihaknya masih punya tanggung jawab pemeliharaan selama 6 bulan. Menurut Wawan, jika dalam masa pemeliharaan ditemukan hal-hal yang harus dibenahi, pihaknya siap bertanggung jawab.
"Selama masa pemeliharaan 6 bulan ke depan ada hal-hal yang harus diperbaiki, saya siap untuk itu," katanya. (asa/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




