BBM Turun, Tarif Angkutan Umum di Bojonegoro Tetap

BBM Turun, Tarif Angkutan Umum di Bojonegoro Tetap

BOJONEGORO (BangsaOnline) - Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar tidak membuat tarif angkutan umum ikut turun. Sejumlah awak bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan Bojonegoro-Surabaya tetap memberlakukan tarif seperti saat Pemerintah menaikan harga BBM per-November 2014 lalu.

Menurut Marwan, salah satu Kondektur Bus Dali Jaya, jika penurunan harga BBM ini tidak mempengaruhi tarif angkutan umum. Sebab dengan adanya kenaikan harga BBM per November lalu membuat sejumlah spare part serta biaya operasional juga naik. Sehingga perusahaan otobus juga mengalami kerugian.

Selain itu, kata dia, dampak kenaikan harga BBM tersebut juga membuat harga sejumlah kebutuhan pokok naik.

"Tarif angkutan umum tetap. Tidak ada penurunan karena perusahaan bus juga masih rugi dengan adanya kenaikan BBM kemarin (per-November,red)," ujarnya, Sabtu (03/01/2015).

Tidak hanya itu, menurut Pria asal Desa/Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro itu, penurunan harga BBM yang diterapkan per 1 Januari 2015 ini juga tidak terlalu signifikan. Untuk BBM jenis solar hanya mengalami penurunan sebesar Rp250. "Penurunan harga solar juga tidak banyak," lanjutnya.

Dia mengatakan, jika saat ini tarif angkutan umum bus dari Terminal Rajekwesi, Bojonegoro ke Terminal Tambak Osowilangun Surabaya masih menggunakan tarif lama seperti saat adanya kenaikan harga BBM, yakni Rp20.000. "Kalau pemerintah dulu menetapkan tarif Rp21.000 pasca kenaikan BBM," lanjutnya.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapkan harga baru BBM jenis premium dan solar yang berlaku perjanuari 2015 dengan harga premium perliter menjadi Rp7.600 dari sebelumnya Rp8.500. Sedangkan harga solar perliternya menjadi Rp7.250 dari sebelumnya Rp7.500.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:BBM Turun, Tarif Angkutan Umum di Bojonegoro Tetap