
SIDOARJO (BangsaOnline) - Warga Desa Gisik Cemani Kecamatan Sedati tak mau mengandalkan pertanian semata sebagai sumber penghasilannya. Mereka harus merubah pola pikir agar penghasilannya lebih meningkat dan membawa kesejahteraan.
Kondisi ini membuat mereka memanfaatkan budidaya ikan bandeng dan udang untuk memenuhi pasokan pasar serta mencukupi kebutuhan pengusaha penangkap ikan tuna sebagai umpan.
Namun, Pemkab Sidoarjo seolah tidak ada perhatian khusus kepada para warga Desa Gisik Cemani RT.10 RW.03. Sebab, ada beberapa kebutuhan yang seharusnya juga dipikirkan dan dicarikan solusinya oleh Pemkab Sidoarjo melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.
“Saat ini masyarakat disini sangat membutuhkan perhatian khusus terkait pendistribusian pupuk, pakan maupun bibit ikan bandeng. Adanya permintaan pasar lebih banyak seperti sekarang ini, jika kebutuhan itu terpenuhinya, kemungkinan besar petani tidak lagi merasa kesulitan dan kebingungan“, ujar salah satu warga setempat bernama H.Arif Rahmat yang akrab disapa Abah Jono.
Diakuinya, keberadaan nener, sangat langka. Bahkan, hanya tinggal beberapa persen saja. Ditambah lagi, harganya cukup mahal yang membuat petani kecil tidak mampu untuk membelinya.
“Selain kelangkaan bibit ikan air tawar, petani juga merasa kesulitan di permodalan hingga saat ini menjadi kendala utama,” lanjutnya.
Untuk itu, pihaknya berharap kepada Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Sidoarjo lebih serius dalam menangani persoalan yang dihadapi petani tambak dikawasan Sedati.
“Lantaran sehari-harinya, mereka berpenghasilan dari buruh tani tambak. Dengan peran pemerintah, minimal dapat mengurangi beban mereka,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Sumber Hayati Peraian dan Darat DPK Sidoarjo, Alfi Handayani saat dikonfirmasi mengatakan bahwa bibit udang kebanyakan terdapat di daerah Situbondo dan Jepara. Sedangkan nener ukuran kecil 1 sampai 2 cm terdapat di Bali.
“Petani tambak untuk mendapatkan nener glondongan, biasanya mengambil dari Gresik,” ucapnya.
Ditambahkan, bandeng berukuran 12 cm sebagai umpan ikan tuna, petani kebanyakan melakukan ekspor keluar negeri.
“Memang untuk pengusaha benih maupun bibit ikan di Sidoarjo, yang berbentuk koperasi masih belum ada. Namun harapan kami, para petani tambak melakukan koordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo agar kebutuhan yang diperlukan para petani tambak dapat tercukupi,” jelasnya



