Kades Jati Alun-alun Dituntut Mundur Terkait Kasus Malam Tahun Baru

Kades Jati Alun-alun Dituntut Mundur Terkait Kasus Malam Tahun Baru

SIDOARJO (BangsaOnline) - Kasus Kepala Desa (Kades) Jati Alon-alon Kecamatan Prambon, Abdul Manaf yang diarak warga Desa Bulang Kecamatan Prambon pada Kamis (01/01) karena ngapel hingga larut malam janda bernama Juma'iyah (39) warga Desa Bulang RT 01 RW 03 Kecamatan Prambon, seolah tertutup rapat.

Padahal, pada saat kejadian warga sangat geram. Ketika kades Jati Alon-alon datang ke rumah janda beranak tiga tersebut, langsung digerebek setelah melihat sepeda motor kades berada di rumah janda yang akrab disapa Siola dengan keadaan pintu rumah tertutup.

"Memang, kondisi rumah tertutup saat puluhan warga mendatangi rumah tersebut," kata salah seorang warga Desa Bulang yang tak mau disebutkan namanya, kemarin.

Perangkat Desa Bulang seolah bungkam dengan semangat esprit de corps untuk melindungi rekannya. Sebab, Siola merupakan salah satu perangkat desa Bulang Kecamatan Prambon. Selain itu, warga juga sudah ngluruk dan menuntut agar Juma'iyah dicopot dari perangkat desa.

Tim BangsaOnline yang mendatangi balai Desa Bulang untuk bertemu Kades Bulang, Wulyono serta Siola tetapi belum berhasil. Ketika di balai desa, hanya ditemui oleh Kasi Pembangunan Desa Bulang, Suyitno dan diajak ke ruang kerja sekretaris desa (Sekdes) setempat. Ketika dijelaskan kalau tim BangsaOnline hendak konfirmasi ke kades Bulang terkait kejadian beberapa hari lalu, Suyitno mengatakan kades sedang keluar kantor.

"Pak kades (Wulyono) sedang keluar (kantor), mas," ujarnya dengan santai, Senin (5/1).

Ketika ditanya, apakah Juma'iyah masih aktif bekerja di balai desa seperti biasanya? Suyitno mengaku kalau Juma'iyah masih aktif bekerja di balai desa tersebut. Hanya saja, Suyitno enggan mempertemukan tim BangsaOnline untuk konfirmasi dengan perempuan yang konon berparas cantik itu. Alasannya, Juma'iyah masih keadaan syock atas kejadian pada awal tahun baru digrebek oleh warga tersebut. 

Suyitno membenarkan adanya kejadian tersebut, tetapi sudah terselesaikan di balai desa. Bahkan, sambung Suyitno, salah satu anggota DPRD Sidoarjo juga mendatangi kantor desa ketika kejadian tersebut. Semua sudah clear, termasuk istri kades Jati Alun-alun datang kelokasi tersebut.

Keduanya mengatakan kepada warga bahwa kades Jati Alon-alon bersama Jumaiyah sebenarnya sudah melakukan nikah siri yang berjalan 3 bulan lalu.

"Kepada warga, keduanya sudah melangsungkan nikah namun secara sirih," ujarnya.

Namun, dari info yang beredar, warga tidak percaya bahwa mereka sudah menikah sirih. Warga meminta menunjukkan bukti jika kades Jati Alon-alon sudah menikah dengan janda itu.

Ketika tim BangsaOnline ke Desa Jati Alon-alon untuk mengkonfirmasi Kepala Desa (Kades) Abdul Manaf terkait kejadian tersebut, ternyata aktifitas pelayanan desa sudah tutup dan keadaan semua pintu terkunci ketika jarum jam baru menunjukkan pukul 14.30 WIB, tak ada satupun orang yang berada di kantor desa tanpa gerbang penutup tersebut.

Namun, selang beberapa waktu, Kasun Desa Jati Alun-alun datang, Markasan datang. Markasan ketika ditanya terkait kejadian yang menimpa Kades Jati Alon-alon di Desa Bulang, mengaku tak tahu menahu.
"Kami kurang tahu, mas," ungkapnya.