Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. foto: ist/ bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wabah virus corona semakin meluas, hari ini sudah melewati angka 1.000 kasus di Jawa Timur. Tepatnya 1.031 yang terkonfirmasi positif covid-19. Situasi ini semakin mengkhawatirkan jika tidak diikuti kewaspadaan, kedisiplinan, dan kepatuhan secara komprehensif, apalagi beberapa klaster baru penularan Covid-19 mulai bermunculan.
Terakhir adalah klaster baru sebuah perusahaan di Surabaya yang berujung pada penghentian kegiatan produksi setelah dua orang karyawannya positif terjangkit Covid-19 dan meninggal dunia.
BACA JUGA:
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
Hingga Jum'at (1/5) jumlah pasien positif Covid-19 di Jawa Timur berjumlah 1.031 kasus. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 3.131 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah sebanyak 19.585 orang.
Adapun jumlah pasien sembuh mencapai 165 orang atau sebanyak 16 persen. Sementara korban meninggal mencapai 107 orang atau sebanyak 10,38 persen.
"Dari 38 kabupaten/kota, 37 di antaranya telah berstatus zona merah, termasuk Ngawi yang baru hari kamis (30/4) menjadi zona merah. Hanya tersisa satu kabupaten yang berstatus zona hijau yakni Sampang, ungkap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jum'at malam (01/5).
"Kota Surabaya menjadi episentrum penularan Covid-19 di Jatim dengan jumlah pasien positif terbanyak, yaitu 496 dari 1.031 kasus positif atau setara dengan 48,1 persen ," tambah dia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




