KEDIRI (BangsaOnline)
- Tarif angkutan umum di Kota Kediri tidak berubah, meskipun harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) turun, para pengelola angkutan umum lebih berpedoman pada
mekanisme pasar ketimbang Surat Keputusan (SK) Walikota Kediri, tentang tarif
angkutan.
“Para pengelola angkutan umum tetap menerapkan tarif lama saat BBM naik, begitu
juga dengan kondisi sekarang ini (BBM turun, red). Kondisi angkutan umum saat
ini sangat memprihatinkan, penumpang sepi. Kalau sekarang BBM turun, tarif
diturunkan, pengelola tidak mampu,” kata Ketua Organisasi Angkutan Darat
(Organda) Kediri Subur Santoso, Minggu (11/1).
Para pengelola angkutan umum di Kota Kediri ogah menaikan tarif angkutan.
Bahkan mereka tidak mematuhi surat keputusan walikota tentang tarif angkutan
dan lebih berpedoman pada mekanisme pasar.
Masih kata Subur, saat harga BBM naik beberapa waktu lalu tarif angkutan di
Kota Kediri ikut naik rata rata Rp 4 ribu. Tetapi saat bbm turun tarif
angkutan sulit turun karena mengikuti mekanisme pasar.
Sebelumnya pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi per 1 Januari. Tetapi
kebijakan itu tidak banyak berpengaruh pada harga sembako termasuk tarif
angkutan. Bahkan tarif kereta api ekonomi jarak jauh justru naik 70 persen,
dengan alasan pencabutan subsidi penumpang.




