TRENGGALEK (BangsaOnline) - Masyarakat desa Karanggandu kecamatan Watulimo kabupaten Trenggalek memaksa petugas pemungut bea di pintu masuk lokasi wisata jembatan Cengkrong agar menghentikan pemungutan biaya pada setiap pengunjung yang hendak menikmati pemandangan di lokasi tersebut.
Salah satu sumber yang tidak ingin di sebut namanya mengatakan bahwa warga desa Karanggandu meminta agar penarikan bea masuk bagi tiap pengunjung di lokasai wisata jembatan cengkrong di bubarkan.
Menurutnya, alasan pembubaran tersebut lantaran di tengarai hasil pungutan bea tersebut banyak disalah gunakan untuk kepentingan pribadi, meski sebagian di setor ke dinas pendapatan Trenggalek dengan pola kerjasama korporasi.
Selanjutnya, Sri Kusti Rahayu, sekretaris Dinas Pendapatan Trenggalek di konfirmasi (12/1) mengatakan bahwa sebagian pendapatan yang dihasilkan dari jembatan cengkrong disetor memang disetor ke pihaknya. Namun, memang petugas pemungut bea tersebut bukan dari Dinas Pendapatan mengingat itu wilayah perhutani.
Sementara pihak perhutani sendiri belum bisa memberikan komentar apapun terkait persoalan tersebut lantaran Asper Perhutani Nana Suwanda tidak berada di tempat .




