Aneh, Musim Hujan Sawah Kekeringan, DP3 Sidoarjo Kebingungan

SIDOARJO (BangsaOnline) -Meski saat ini musim penghujan, namun kondisi tersebut tidak membuat air berlimpah bagi petani di Desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu. Akibatnya, padi berumur satu minggu yang baru di tanam di lahan sawah seluas 300 hektar, terancam gagal panen karena padi yang baru ditanam tersebut terancam mati.

Para petani disana terpaksa harus menguras koceknya dalam-dalam untuk mengairi aliran sawah tersebut dengan menggunakan mesin disel untuk memompa air dalam mengairi sawah.

Biasanya mengairi sawah tersebut para petani biasanya mengunakan air yang berada di sungai selebar 6 meter yang jaraknya hanya sekitar 2 meter dari ladang atau sawah.

"Para petani disini mengandalkan air bergilir dari sungai,” kata M. Yasin (45) salah satu petani setempat, Senin (12/01).

Ditambahkan, sulitnya air dari sungai yang biasa mengaliri ke sawah sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Mereka terpaksa harus menyewa mesin pompa untuk mengairi ladang sawahnya yang kondisinya terlihat agak kering.

“Jadi kami sewa pompa untuk menyedot air dari sungai lalu di alirkan kesawa,” imbuhya.

Petani setempat mengharapkan agar kondisi kesulitan air tersebut mendapat sikap dari pihak dinas terkait. “Intinya, kami meminta ada solusi dari dinas terkait atas kendala ini,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (DP3) Sidoarjo Anik Puji Astuti ketika dikonformasi membenarkan kalau pihaknya telah mendapatkan laporan tersebut.

“Laporan sudah kami terima, dan Tim sudah turun ke lapangan,”ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya juga sudah melakukan kordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Sidoarjo untuk menangani keluhan aliran sungai yang kondisinya surut tersebut.

“Kordinasi dengan PU Pengairan sudah kami lakukan untuk mencarikan solusi keluhan para petani di Desa Beciro,” ucapnya.

Sementara Kepala DPU Pengairan Sidoarjo H. Fathur Rohman ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan setelah DP3 melakukan kordinasi atas keluhan para petani dengan sulitnya air tersebut.

“Tim dari kami juga sudah turun kelapangan mengkroscek di pintu air Pajarakan desa Mlirip Rowo Kecamatan Tarik,” kata mantan Camat Waru tersebut.

Fathur mengungkapkan, kondisinya air disana memang sedang dalam keadaan berkurang. Padahal, kondisi saat ini memang musim kemarau. Sehingga, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas kondisi air sungai yang biasanya digunakan warga untuk mengairi lading sawah mereka.

“Kita berdoa agar kondisi cepat pulih dan petani tidak kesulitan mengairi ladangnya,” harapnya.

Fathur menambahkan, memang pihak PU Pengairan mengandalkan sungai Porong. Menuruitnya, dari sungai porong tersebut masuk di pintu air Pjaran yang dibagi di dua sentral kanal.

“Ke wilayah selatan yaitu porong kanal dan wilayah utara yang disebut Mangetan Kanal. Dari situ nanti berpecah ke sungai avour sampai kehilir untuk mengairi lading sawah petani dan tambak,” pungkasnya.


Aneh, Musim Hujan Sawah Kekeringan, DP3 Sidoarjo Kebingungan