Bumantik, Ujung Tombak Pencegahan Terorisme di Surabaya

Bumantik, Ujung Tombak Pencegahan Terorisme di Surabaya Wali Kota Risma menjadi pembicara pada seminar internasional yang digelar secara virtual. foto: ist.

Tidak hanya itu, khusus untuk anak para pelaku pengeboman mereka juga didampingi oleh psikolog dari universitas islam. Hal itu penting dilakukan selain untuk menghilangkan rasa traumanya mereka juga dapat dideradikalisasi. “Selain di-healing traumanya, juga dideradikalisasi sudut pandangnya. Makanya kami libatkan,” tegas dia.

Menariknya, saat paparan terlihat foto Ibu Pemantau Jentik (Bumantik) ikut dalam upaya penanganan kasus terorisme. Hal tersebut mengundang rasa penasaran dari audience, moderator bahkan narasumber pun ikut menyampaikan pertanyaan. Para penanya itu ingin tahu sejauh apa peran Bumantik dalam menangani kasus teroris.

“Sebenarnya ide saya yang ingin menggerakkan seluruh sumber daya yang ada untuk turun langsung. Apalagi jumlahnya sangat banyak yakni 22 ribu. Selain itu Bumantik adalah orang yang punya hubungan baik dengan warga yang bisa masuk-masuk ke rumah,” paparnya.

Oleh karena itu, pada saat bertugas, Risma juga meminta tim Bumantik melakukan pemantauan apabila di rumah warga ditemukan hal-hal yang mencurigakan atau atribut yang tidak biasanya. “Nah itu saya memanfaatkan. Jika menemukan hal yang mencurigakan saya minta langsung menghubungi kami,” ungkap dia di sembari tersenyum.

Mendengar hal itu, para audience terkagum-kagum melihat pendekatan inovatif yang digunakan Risma dalam mengatasi persoalan teroris. Bahkan terkait kerja sama dengan IDI, Persi, maupun para tokoh masyarakat, para pembicara yang lain menilai tampak begitu mudah melakukan koordinasi dibandingkan dengan kota-kota mereka. 

“Kami lakukan pendekatan personal dimana sering kami libatkan dalam kegiatan pemkot sehingga mereka punya hubungan yang baik dengan pemkot,” pungkasnya. (ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO