Selasa, 20 Oktober 2020 13:37

​Sempat Masuk Zona Merah, Pemkot Blitar Siapkan Mekanisme WFH Bagi Pegawai

Rabu, 09 September 2020 15:04 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
​Sempat Masuk Zona Merah, Pemkot Blitar Siapkan Mekanisme WFH Bagi Pegawai
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar, Suyoto. (foto: ist).

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kota Blitar sempat menjadi zona merah atau kategori penularan Covid-19 tinggi. Setidaknya, penetapan zona merah untuk wilayah Kota Blitar ini berlangsung selama lima hari. Belum sempat menjalankan mekanisme work from home (WFH), status Kota Blitar sudah kembali turun level ke zona oranye.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar, Suyoto mengataka bahwa selama lima hari masuk zona merah, ASN di lingkup Pemkot Blitar tetap masuk seperti biasa. Hal ini karena pemkot belum menyiapkan aturan terkait jam kerja ASN ketika daerahnya masuk zona merah.

"Karena kami baru menerima Surat Edaran dari MenPAN-RB terkait pengaturan ASN sesuai zona di daerah, jadi saat Kota Blitar masuk zona merah kemarin kami belum punya acuan untuk menerapkan WFH. Nah, saat ini kami sedang mengkaji dan membuat mekanisme, agar penerapan sistem WFH ini efisien dan efektif," ujar Suyoto, Rabu (9/9/2020).

Mekanisme ini, kata Suyoto, nantinya akan disesuaikan dengan zona penyebaran Covid-19. Mengingat perubahan dari zona merah ke zona oranye atau bahkan zona hijau sangat cepat.

"Regulasi dan mekanismenya sedang disusun. Namun yang harus dipahami, WFH artinya tetap bekerja, hanya pindah tempat di rumah," tegasnya.

Lebih lanjut, Suyoto menjelaskan jika kondisi perkantoran di jajaran Pemkot Blitar saat ini sudah memenuhi syarat penerapan protokol kesehatan. Selain diharuskan memakai masker dan cuci tangan, tempat duduk untuk para pegawai juga diberi jarak minimal 1 meter.

Sebagaimana diketahui, dalam Surat Edaran Menteri PAN-RB No. 67/2020 tanggal 4 September 2020, aturan ini perubahan atas Surat Edaran Menteri PAN-RB No. 58/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai ASN dalam Tatanan Normal Baru, jika berada di zona oranye, maka seharusnya 50% ASN WFH dan sisanya bekerja di kantor.

Sementara jika masuk zona merah yang bekerja di kantor dibatasi hanya 25% dari kapasitas maksimal, sisanya 75% WFH. Sedangkan zona kuning atau risiko rendah, jumlah pegawai yang bekerja di kantor maksimal 75%, sisanya WFH. Untuk di zona hijau, jumlah pegawai yang bekerja di kantor dapat diatur maksimal 100%. (ina/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...