Melalui Misi Dagang Hybrid ini, orang nomor satu Jatim ini berharap agar tak hanya sebagai pemulihan perekonomian, namun juga sebagai kesempatan untuk menemu-kenali potensi masing-masing provinsi.
“Harapannya ini bisa mendorong potensi-potensi di masing masing provinsi. Menemu-kenali potensi kita ini menjadi penting,” imbuh Khofifah seraya optimis bahwa Misi Dagang ini bisa menjadi pemantik bagi keberlanjutan kerjasama dagang antara penjual dan pembeli di empat provinsi.
Dirinya mencontohkan, berlimpahnya dolomit di Jatim, yang menjadi bahan campuran pupuk. Dolomit sangat dibutuhkan di perkebunan, khususnya kebun sawit. Di Jatim deposit dolomit cukup besar, sementara di tiga provinsi mitra cukup banyak area kebun sawitnya.
Sebaliknya tiga provinsi mitra adalah penyuplai CPO yang diolah di Jatim. Sehingga misi dagang menjadi media yang efektif untuk meningkatkan.hubungan dagang antar provinsi dan antar wilayah. Hal ini turut menjadi upaya untuk penguatan perekonomian di Jawa Timur bahkan Indonesia pada umumnya.










