Sebagian Warga di Tulungagung Menolak di Fogging, Upaya Pencegahan DBD Terancam Gagal

TULUNGAGUNG (BangsaOnline) - Meski program pengasapan atau fogging dilaksanakan gratis oleh Dinas Kesehatan Tulungagung, tetapi tidak semua warga mau rumahnya difogging atau dilakukan pengasapan. Padahal fogging merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran DBD.

Akibat penolakan tersebut program pencegahan yang dilakukan Dinkes terancam tidak maksimal, bahkan bisa gagal. Ini diutarakan Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Tulungagung Didik Eka bahwa hambatan justru datang dari masyarakat itu sendiri. Sebab menurut Didik, cara paling efektif untuk membunuh nyamuk adalah dengan dilakukan fogging.

"Sehingga jika ada satu rumah yang tidak difogging maka masih ada celah penyebaran DBD, karena nyamuk yang ada dirumah tersebut tidak mati dan bisa menjadi pemicu penyebaran lagi." kata pria berkaca mata ini.

Untuk diketahui, Jumlah penderita DBD di Tulungagung pada bulan Januari ini meningkat 3 kali lipat dari pada Januari 2014 lalu, yakni 27 tahun lalu kini meningkat menjadi 87


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Sebagian Warga di Tulungagung Menolak di Fogging, Upaya Pencegahan DBD Terancam Gagal