
SURABAYA (BangsaOnline) - Kisruh dualisme Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ditingkat pusat merembet ke Jawa Timur. Perseteruan kembali pecah, setelah kubu PPP versi Muktamar Jakarta dengan Ketua Umum Djan Faridz merusak kunci kantor DPW PPP Jatim di Jalan Kendangsari yang selama ini mendukung DPP PPP versi Muktamar Surabaya dengan ketua umumnya Romarhurmuziy.
Akibat rebutan kantor tersebut, Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyaffa' Noer melaporkan kubu PPP Ketua Umum Djan Faridz yang juga pendukung Suryadarma Ali ke Polda Jawa Timur, Kamis, (29/1).
Musyaffak Noer mengaku kecewa karena kegiatan silahturahim Ketua Umum DPP PPP dan Ketua MPP PPP dianggap illegal. Meski terkesan menahan amarah, namun Musyaffa' memilih tidak melaporkan Suryadarma Ali ke polisi, Musyafak berkeyakinan, jika sang mantan Menteri Agama tersebut, hanya diundang.
“SDA hadir dalam pertemuan karena diundang. Hanya, Saja saya menyayangkan kehadiran tokoh sekaliber SDA hadir dalam pertemuan ilegal itu. Sedangkan yang lain, dan turut serta dalam perusakan pintu kantor DPW PPP Jatim, segera kita laporkan ke Polda Jatim terkait pasal pengerusakan,” tegas Musyafak.
Musyaffa' didampingi Sekretaris DPW PPP Jatim Norman Zein Nahdi mengungkapkan, pihaknya memilih berurusan dengan hukum, setelah tahu sejumlah orang melakukan pengrusakan dan memaksakan diri masuk kantor.
“Semua ada datanya. Makanya kita laporkan ke polisi. Biar diproses sesuai hukum yang berlaku" tutur Ketua FPPP Jatim itu.
Untuk memastikan siapa saja yang diseret ke ranah hukum, Musyafak menyampaikan ada tim hukum dan tim yang melakukan pendataan dan melaporkan kasus tersebut ke polisi.
"Kalau mereka mengatakan sudah izin untuk masuk kantor, itu bohong. Itu ilegal yang tak mengantongi izin pemakai kantor dan ijin polisi. Mereka melakukan kebohongan publik secara terang-terangan. Sampai sekarang saya tidak diberitahu, baik lisan maupun tertulis," ujarnya.
Setelah masuk, mereka menggelar pertemuan yang dihadiri oleh SDA. "Pertemuan ini ada undangan, ternyata yang mengundang orang DPP. Pak SDA hanya menghadiri saja. Sedangkan dari DPW dan DPD, tak satupun yang hadir," ungkapnya.
Terpisah, Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) DPP Partai Persatuan Pembangunan, Suryadharma Ali mengatakan pihaknya telah menggugat kubu Romi ke Bareskrim, karena telah menggunakan foto-fotonya saat menggelar Muktamar PPP di Surabaya.
"Karena dengan memasang foto saya, dianggap telah mendukung muktamar. Kami juga menggugat surat dari MenkumHam ke PTUN yang mengesahkan kubu Romi. Kami yakin 1 juta persen akan menang. Karena konflik di partai politik itu harus diselesaikan secara internal, bukan pemerintah yang melakukan intervensi," kata Suryadharma Ali.
Suryadharma juga mengatakan, jika pertemuan yang mereka gelar di DPW PPP Jatim adalah sah. "Bertemu dengan pengurus DPP, DPW dan DPC yang sah. Jadi sudah tepat kita menggelar pertemuan di kantor ini, DPW PPP Jatim," tegasnya.
Dalam pertemuan itu, tampak hadir ratusan kader PPP. Mulai Ketua dan Sekretaris Pengurus Harian DPW PPP Jatim versi Surya Darma Ali, serta DPC se-Jatim, anggota F-PPP DPRD Jatim.
Sebelum mengelar kegiatan silahturahim di Kantor DPW PPP Jatim, Jalan Kendangsari, panitia sempat memanggil tukang kunci untuk membuka paksa pintu utama kantor yang digembok. Pintu kantor kemudian bisa dibuka sekitar pukul 11.40 WIB.
Kemudian datang Suryadharma Ali dan Sekjen Dimyati Natakusuma. Juga Ketua DPW PPP Jatim KH Mujahid Anshori. Sedangkan Ketua DPW PPP Jatim (kubu Romahurmuziy) Musyafak Noer dan pengurus lainnya tidak terlihat di kantor tersebut.
Untuk mengamankan acara tersebut, ratusan polisi dari Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya tampak berjaga-jaga. Karena kabar yang beredar massa PPP Jatim kubu Romi atau Musyafak akan mendatangi kantor tersebut.
"Kegiatan ini tidak liar. Kami sudah mengajak rekan-rekan lainnya untuk bergabung. Namun rekan-rekan belum mau bergabung. Kalau banyak polisi yang berjaga, berarti kita ini istimewa," ujar Wakil Ketua DPW PPP Jatim Ikram Muhdin Ali.



