KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendapat dukungan dari Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur Ikatan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Kecamatan Grogol, Tarokan, dan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Deklarasi dukungan itu disampaikan ketika Dhito bersilaturahim ke Pondok Pesantren Al Harun di Dusun Ringinrejo, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jumat (27/11).
Kedatangan calon orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini, mendapat sambutan hangat dari K.H. Abdul Khadir Junaedi (Gus Jajun), Pengasuh Ponpes Al Harun dan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur Ikatan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah atau Thoriqoh Qoodiriyah Naqsyabandiyah, serta tokoh-tokoh agama, Grogol, Tarokan, dan Banyakan.
Inti dari deklarasi tersebut, mereka siap memenangkan Cabup-Cawabup Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tanggal 9 Desember 2020.
"Kami Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur Ikatan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dan tokoh-tokoh agama, Grogol, Tarokan Banyakan, dengan ini siap mendukung dan memenangkan Mas Dhito dan Mbak Dewi," kata mereka secara bersama-sama.
K.H. Abdul Khadir Junaedi mengatakan pihaknya memutuskan mendukung Dhito lantaran programnya terkait dengan pondok pesantren sangat bagus. "Kelihatannya fokus ke pondoknya lebih banyak. Saya salut dengan program Mas Dhito ini," kata Gus Jajun, sapaannya, usai mendeklarasikan dukungan, Jumat (27/11).
Menurut Gus Jajun, jumlah jamaah Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah di Kecamatan Grogol, Tarokan, dan Banyakan, sekitar 2.500 orang.
"Itu hanya yang ada di barat Sungai Brantas, belum yang berada di timur sungai. Jamaah thariqah itu tidak sama dengan jamaah lainnya. Nanti kalau kiainya sudah menyatakan dukungan, biasanya jamaahnya itu akan ikut, termasuk keluarganya," ujar Gus Jajun.
Sementara itu, Dhito bersyukur mendapat dukungan dari Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. "Saya sudah berdialog dengan para kiai. Dan alhamdulillah, para kiai tadi sudah menyampaikan deklarasi (dukungan) juga. Jadi artinya ke depan, Pemerintah Kabupaten Kediri harus bersinergi dengan pondok pesantren dan program-progam terkait pondok pesantren bisa diwujudkan," kata Dhito. (uji/ns)




