BOJONEGORO (BangsaOnline) - Diduga karena terpeleset saat buang air besar, seorang nenek yang hidup sebatang di Kecamatan Kanor, Bojonegoro ditemukan tewas mengapung di sungai belakang rumahnya, Senin (9/2/2015).
Korban Lasminah (70), warga Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro ditemukan sekira pukul 08.00 Wib pagi tadi. Korban kali pertama ditemukan oleh seorang pencari ular yang sedang berburu ular di belakang rumah korban, alangkah terkejutnya pencari ular yang tidak diketahui identitasnya itu ketika melihat sesosok mayat yang mengapung di sungai.
Tanpa pikir panjang, pencari ular itu kemudian memberitahukan kepada tetangga korban bernama Rusdi (38), yang sedang bekerja di sawah tak jauh dari lokasi. Selanjutnya Rusdi pun melaporkan penemuan mayat itu kepada perangkat desa dan polisi.
Mendapat laporan dari warga, sejumlah anggota Polsek dan petugas Puskesmas Kecamatan Kanor langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi terhadap jasad korban.
"Korban ditemukan mengapung dengan posisi tengkurap memakai baju berwarna hitam dan tapeh coklat. Jarak rumah korban dengan lokasi ditemukannya sekitar 200 meter," ujar Kapolsek Kanor, AKP Mashadi usai melakukan evakuasi jasad korban.
Dijelaskan Kapolsek, menurut keterangan beberapa saksi juga tetangga korban, sebelum mbah Lasminah ditemukan tewas dalam keadaan mengapung, sore kamarin korban diketahui sedang membuang air besar di sungai belakang rumahnya tersebut. Namun, karena korban hanya tinggal sendirian, sehingga tidak ada keluarga yang mengetahui jika korban tenggelam.
"Diduga korban terpeleset saat buang air besar, bersamaan itu korban terkena serangan jantung, sehingga korban jatuh ke sungai dan meninggal dunia," terang AKP Mashadi.
Setelah dilakukan evakuasi dari sungai dengan kedalaman sekitar 60 centi meter, selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan tim medis. Dari hasil visum yang dilakukan, tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
"Korban murni meninggal dunia karena tenggelam, hasil visum yang dilakukan tim medis tidak ditemukan bekas penganiayaan ditubuh korban," pungkasnya.




