Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji turun langsung memberi pemahaman ke pengguna jalan melalui pamflet.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Polresta Sidoarjo menekankan upaya persuasif dengan cara mengedukasi warga Sidoarjo saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang dimulai hari ini (11/1). Hal itu dilakukan untuk memberi pemahaman terhadap warga tentang pentingnya menjaga kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Sumardji mengatakan di samping penindakan, pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif terhadap warga Sidoarjo. Terutama pengendara, pemilik usaha, dan lain-lain.
BACA JUGA:
- Polresta Sidoarjo Ungkap 33 Kasus Narkotika Selama Mei 2026, Total BB Disita Hampir Rp45 Miliar
- Tinggal Sekamar Kos, Pria di Sidoarjo Setubuhi Anak Kandung Berusia 17 Tahun hingga Hamil
- Polresta Sidoarjo Salurkan 100 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 Hijriah
- Tabrak Tossa, Bus Bagong Alami Kecelakaan Karambol di Krian Sidoarjo, 3 Orang Alami Luka
"Yang terpenting adalah warga bisa sadar akan pentingnya menjaga protokol kesehatan," jelas Kombespol Sumardji, Senin, (11/1/2021).
Karena hingga hari ini kasus Covid-19 kian meningkat, lanjut Kombespol Sumardji, maka perlu kerja sama dengan semua pihak untuk saling mengingatkan akan pentingnya menjaga protokol kesehatan. "Terutama pemakaian masker, rajin mencuci tangan, dan tidak berkerumun satu dengan lainnya," terangnya.
Dengan edukasi dan pengetatan protokol kesehatan 3M, diharapkan masyarakat semakin sadar dalam menjaga kesehatan. Sehingga pasca PPKM nanti angka penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sidoarjo dapat menurun.
Sementara pagi tadi, ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan juga komunitas mulai disebar di berbagai wilayah di Sidoarjo. Hal itu dilakukan seiring pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sidoarjo hingga 25 Januari mendatang. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




