BONDOWOSO (BangsaOnline) - Warga Kabupaten Bondowoso, merasakan hujan abu halus dari Gunung Raung selama dua hari terakhir. Abu halus tersebut sudah mengganggu aktifitas masyarakat dalam kesehariannya.
"Abunya sangat tipis, tapi kalau kena mata rasanya perih. Hujan abu ini terjadi sejak Senin (10/2) kemarin. Apalagi kalau naik sepeda motor," tandas Suprapto, salah seorang warga setelah menempuh perjalanan dari daerah Desa Sumber Gading, kamis (12/2).
ā
Di kawasan lereng Gunung Raung yang berada di Kabupaten Bondowoso, warga merasakan hujan abu yang sangat tipis pada pagi hari hingga sore hari. Sedangkan pada malam hari, angin cenderung ke arah barat dan selatan hingga kawasan yang masuk Kabupaten Banyuwangi.
"Tidak hanya abu halus, beberapa hari yang lalu kami juga sempat mendengar suara gemuruh. Suara gemuruhnya terdengar cukup keras pada malam hari," ungkap Muhlis, warga Desa Sumber Wringin yang berprofesi sebagai tukang ojek.
Camat Sumber Wringin, Muhamad Taufan mengatakan jarak wilayahnya dengan Gunung Raung sekitar 10 kilometer, Sehingga suara gemuruh dan abu vulkanik yang sangat tipis dirasakan warga setempat.
Sejumlah desa di Kecamatan Sumber Wringin masuk dalam kawasan III terdampak bencana Gunung Raung. Karena jaraknya dengan gunung yang memiliki tinggi 3.222 mdpl itu mencapai 15 kilometer.
Sedangkan Desa Rejoagung (Dusun Sepanas, Dusun Tol-Tol) dan Desa Sumber Anyar (Dusun legan, Dusun Darungan) masuk kawasan I terdampak Gunung Raung karena jaraknya yang lebih dekat.
"Tetapi warga sekitar sini tidak panik, meskipun mendengar suara gemuruh. Sebab, warga disini sudah terbiasa dan sudah dibekali teknis evakuasi jika kemungkinan terjadi erupsi," jelasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Hendrik Widotono, membenarkan adanya laporan warga yang terkait hal tersebut.
"Sampai saat ini warga tetap tenang dan tidak panik. Untuk statusnya masih waspada, dan suasana di lereng Gunung Raung masih kondusif," ujarnya.
ā
Menurutnya, BPBD sudah menyiapkan ribuan masker untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik Gunung Raung itu.
Hendrik menambahkan, bahwa BPBD Bondowoso terus berkomunikasi dengan Pos Pantau Gunung Api Raung untuk memantau kondisi terbaru setiap saat. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan informasi yang meresahkan tentang Gunung Raung.




