Fadeli turut mengapresiasi pencapaian BDL selama ini. Meski di masa Pandemi Covid-19, BDL mampu bertahan dengan menaikkan aset dan tabungan.
“Perbankan mengalami penurunan di masa pandemi ini, namun di sisi lain BDL mampu meningkatkan asetnya. Dengan lebih dari 2.000 nasabah, tidaklah mudah jika manajemennya tidak baik,” tutur Fadeli.
Sebelum berganti nama menjadi Bank Daerah Lamongan pada Januari 2007, BDL dikenal masyarakat sebagai Bank Pasar Lamongan yang didirikan pemerintah pada tanggal 3 Desember 1952. Menurut Fadeli, keberadaan BDL yang masih tetap bertahan ini, tidak lepas dari kepercayaan masyarakat Kabupaten Lamongan.
“BDL ini banknya masyarakat Lamongan, karena ini bank milik pemerintah, saya harapkan kepercayaannya. Dari tahun ke tahun ini perlu ditingkatkan, inovasi-inovasi perlu dimaksimalkan, kepercayaan masyarakat ini jangan disia-siakan perlu dijaga,” imbuhnya.









