Takut Banjir, Petambak di Lamongan Terpaksa Panen Dini

LAMONGAN (BangsaOnline) - Banyaknya sentra perikanan tambak yang terendam memaksa sejumlah petambak memanen hasil tambaknya.

Hartono (35), warga Desa Banjarmadu Kecamatan Sukodadi mengaku terpaksa panen dini karena takut isi tambaknya ludes hanyut karena banjir.

"Resikonya harganya tidak memuaskan namun mau bagaimana lagi" keluhnya.‎

Apalagi tambak miliknya saat ini diisi dengan udang vaname dan bandeng. Ia mengaku udang vanamenya dijual antara Rp.15 ribu per-kilonya.

"Mau gimana lagi kalau bicara resiko jelas sangat rugi tetapi ini terpaksa dilakukan agar ruginya tidak terlalu besar," ujarnya.

Berkurangnya hasil tambak juga dirasakan perdagangan ikan dipasar Ikan Lamongan. Kepala Pasar Ikan Lamongan, Sutamaji, mengatakan bahwa selama Januari lalu pasokan ikan di pasar Ikan Lamongan baru sekitar 55,18 ton perhari. Padahal biasanya pasokan maksimal mencapai 380 ton perhari.

"Pengurangan pasokan tersebut disebabkan karena petani tambak ada yang takut rugi sehingga memilih lakukan panen dini tambaknya dengan resiko harga jatuh," jelasnya.

Akibatnya hasil panennya tidak maksimal dan rata-rata yang masuk ke pasar ikan hanya jenis udang vaname, bandeng, mujaer, bader dan lele, ujarnya. Pasokan akan normal setelah banjir surut. 

"Biasanya dibulan Febuari dan seterusnya akan maksimal," tandasnya