Polresta Sidoarjo bersama BPBD Kabupaten Sidoarjo mengadakan FGD pencegahan dan kesiapsiagaan dalam rangka pengurangan risiko bencana.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Polresta Sidoarjo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pencegahan dan kesiapsiagaan dalam rangka pengurangan risiko bencana, di Gedung Serbaguna Polresta Sidoarjo, Kamis (25/03/2021).
Bencana dapat melanda kapan saja. Diperlukan upaya deteksi dini guna pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap pengurangan risiko akibat bencana. Seperti bencana alam atau bencana non alam wabah virus Corona setahun ini yang menyerang kita.
BACA JUGA:
- Brio Diduga Masuk Jalur Lawan, Tabrakan Beruntun di Balongbendo Sidoarjo Tewaskan 2 Pemotor
- Bobol Rumah di Gedangan, Pria Asal Sukodono Ditangkap Resmob Polresta Sidoarjo
- Polresta Sidoarjo Ungkap 33 Kasus Narkotika Selama Mei 2026, Total BB Disita Hampir Rp45 Miliar
- Tinggal Sekamar Kos, Pria di Sidoarjo Setubuhi Anak Kandung Berusia 17 Tahun hingga Hamil
Untuk membahas berbagai langkah pencegahan dan kesiapsiagaan, berbagai elemen duduk bersama mempelajari apa saja yang perlu dilakukan. Pada FGD kali ini, Polresta Sidoarjo bersama BPBD Kabupaten Sidoarjo mengundang kepala desa se-Kabupaten Sidoarjo.
Acara FGD dibuka Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana. Ia menyampaikan deteksi dini terhadap bencana, khususnya terkait langkah pencegahan dan kesiapsiagaan pengurangan risiko bencana harus melibatkan semua unsur hingga tingkat desa. Para kades juga diharapkan menjadi sektor penggerak membangun kesadaran masyarakat, agar turut serta mewujudkan kesiapan risiko bencana dapat diminimalisir.
"Bencana dapat terjadi kapan saja, dampaknya juga bermacam-macam. Hal ini dapat kita antisipasi dengan mengetahui lebih awal apa saja langkah pencegahannya serta bagaimana kesiapsiagaan kita menghadapi bencana," ujar AKBP Deny Agung Andriana.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo Dwidjo Prawito menjelaskan, siklus penanggulangan bencana secara garis besar terdapat empat fase. Antara lain fase pencegahan dan mitigasi (pra bencana) melalui upaya memperkecil dampak negatif bencana, fase kesiapsiagaan dengan merencanakan bagaimana menanggapi bencana.
Kemudian saat terjadinya bencana ada fase tanggap darurat, melalui upaya memperkecil kerusakan yang disebabkan oleh bencana. Serta berikutnya adalah apa yang harus dilakukan pasca bencana terjadi, yang dikenal dengan fase pemulihan. Bagaimana mengembalikan masyarakat ke kondisi normal, dan lain sebagainya. (cat/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




