
JEMBER (BangsaOnline) - Belasan orang yang tergabung dalam Jember Againts Corupption pada senin siang (23/2), melakukan aksi demo dan juga melaporkan kasus dugaan korupsi dana tahlil dan pengajian ke kejaksaan negeri Jember. Mereka menduga ada sejumlah kelompok pengajian fiktif, yang di buat hanya untuk mencairkan dana bantuan dari pemerintah kabupaten Jember.
Kholilurahman salah satu pengunjuk rasa mengatakan, pada tahun 2014 lalu Pemkab Jember menggelontorkan bantuan senilai 25 juta Rupiah kepada kelompok pengajian, sholawatan dan tahlil di masing-masing desa.
"Iya benar memang ada dana itu, tapi tidak semua desa ada kelompok itu.khusunya desa saya tidak ada kelompok itu", jelas kholilurahman.
Lebih parahnya lagi ada beberapa desa yang membuat kelompok pengajian mendadak dan ada juga kelompok pengajian fiktif yang di sengaja di mainkan oleh perangkat desa dan ulama setempat.
Selain membuat laporan ke kejaksaan negeri Jember, mereka juga menggelar aksi unjuk rasa di bundaran DPRD Jember. Mereka juga membagikan gelang berwarna hitam yg bertuliskan "Fight Corruption". Mereka menghimbau masyarakat mengawal proses penyelesaian kasus dugaan korupsi dana tahlil dan shalawat tersebut.



