SURABAYA (BangsaOnline) - Tim Badan SAR Nasional mengundang keluarga korban AirAsia QZ8501, Selasa (3/3). Tim memastikan operasi pencarian korban pesawat ditutup. Hanya saja, tim masih akan memberikan tambahan waktu lagi operasi pokok selama 7 hari kerja.
Keputusan tersebut disambut riang kru AisAsia. Beberapa kru pesawat AirAsia yang mayoritas kaum hawa langsung melakukan foto bersama (selvi) dengan kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya FHB Soelistyo.
Dari pandangan yang hanya berdurasi sebentar ini terdapat hal yang tidak wajar dilakukan, di sela-sela musibah yang dialami keluarga korban. Namun, pihak AirAsia seakan-akan merayakan kemenangan di antara penderitaan para korban pesawat AirAsia QZ8501.
Bagi keluarga korban penumpang QZ8501 yang jasadnya sudah ditemukan, langsung bisa menerima keputusan tersebut. Lain halnya bagi keluarga korban yang belum ditemukan jasadnya, meski mereka kecewa namun dapat menerima keputusan tersebut.
Salah satu keluarga korban Kristianto-Sulastri-Selsa Aldi dan Felisa, yaitu Etin, menyatakan terima kasihnya kepada Basarnas.
"Basarnas sudah berusaha kurang lebih dua bulan secara maksimal. Cuma kita kan nggak bisa minta terus operasi," ujarnya di ruang tunggu keluarga di gedung Mahameru, Mapolda Jatim.
Etin merupakan keponakan dari keempat korban, dari empat tersebut baru ditemukan satu korban yakni Selsa Aldi.
"Terus terang adanya keputusan itu agak kecewa, ya mungkin nelongso (kecewa). Aku satu keluarga empat orang cuma satu yang ditemukan dan tiga yang belum ditemukan," terangnya.
Terhitung pada Selasa (3/2) ditambah 7 hari berikutnya merupakan efektif kerja di luar operasi pokok. Bagi keluarga korban yang belum ditemukan jasadnya berharap adanya mukjizat untuk dapat menemukan.
Pihak Basarnas juga akan memfasilitasi keluarga penumpang untuk melakukan tabur bunga di titik lokasi terjatuhnya pesawat QZ8501 di perairan selatan Pulau Kalimantan.
"Ya dalam waktu mendekati akhir operasi tambahan, tabur bunga itu pasti," kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo kepada wartawan usai menemui keluarga penumpang di gedung Mahameru komplek Mapolda Jatim.
Sementara itu, Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko menambahkan, pihaknya akan membantu memfasilitasi tabur bunga dari keluarga penumpang. Namun, pihaknya masih akan mematangkan lagi proses keberangkatan keluarga penumpang hingga ke lokasi tabur bunga.
Dari perjalanan dari Semarang atau Pangkalan Bun menuju ke titik lokasi tabur bunga, waktu yang ditempuh yakni sama sekitar 10 jam dengan transportasi kapal.
"Kita sedang matangkan bagaimana perencanaannya. Apakah nanti berangkat dari Semarang atau Pangkalan Bun, yang pasti tetap membutuhkan sarana kapal Basarnas atau TNI kita belum tentukan," ujar Sunu.




