
MALANG (BangsaOnline) - Harga beras medium di Kota Malang mulai turun setelah digelontor operasi pasar dengan beras murah selama tiga hari terakhir. Namun turunnya harga beras masih berlangsung di tingkat grosir dengan besaran antara Rp 200 hingga Rp 300 per kilonya. Sedangkan harga beras di tingkat pengecer masih tetap dibandingkan dengan harga satu minggu terakhir.
"Harganya masih tetap, Mentari Rp 10.500 per kilo, Anggrek juga begitu," kata Asep, pedagang beras di Pasar Klojen Kota Malang Rabu (4/3).
Menurut Asep, meskipun terjadi operasi pasar namun dirinya belum mendapatkan pemberitahuan dari agen atau grosir tempatnya membeli beras.
"Kalau harga beras naik, kami selalu ditelepon agen agar menaikkan harga juga. Saat ini kami belum dapat telepon lagi untuk harga naik atau turun," lanjutnya.
Menurutnya, beras yang ada di tokonya adalah beras stok pesanan sejak minggu lalu.
"Kalau sepi seperti ini satu minggu 5 kwintal belum tentu habis. Saya tak berani ambil lebih dari itu karena harga terlalu tinggi dan takut harganya langsung anjlok," ujarnya.
Berbeda dengan Asep, pedagang grosir menengah di Pasar Besar menyebut harga jual di tempatnya mulai turun sejak dua hari terakhir. Pemilik toko Bumijaya, Lilik, menyebut harga beras Mentari yang sebelumnya ada di kisaran Rp 10.050 per kilo turun menjadi Rp 9.850 per kilo.
"Turun Rp 200 per kilo. Beras merk lain rata-rata turun sekitar Rp 200 sejak dua hari ini," kata Lilik.
Menurutnya, harga mulai bergeser turun karena pasokan padi dari petani mulai lancar.
"Saat ini kan sudah mulai memasuki musim panen, barang berlimpah. Kemarin harga mahal karena tak ada barang," akunya.
Dia pun maklum jika harga beras di tingkat pengecer enggan bergeser turun. Menurutnya, pedagang eceran harus menanggung ongkos produksi lain akibat mengecerkan beras
"Bisa saja karena penyusutan beras akibat diecer, ongkos transportasi, biaya angkut sampai plastik untuk bungkus berasnya," lanjutnya.
Namun dia pun belum berani ambil banyak meskipun harga ditingkat grosir turun. Dia kawatir harga akan terus turun dengan stok yang menumpuk dan dibeli dengan harga lebih tinggi.
"Ambilnya rata-rata 2 ton sehari. Kami masih nunggu dulu, sampai harga stabil," urainya.
Terpisah, Walikota Malang, H.Mochamad Anton, berharap kepada para distributor beras agar tidak menimbun beras di gudang, karena minimnya stok beras lah yang membuat harga semakin melambung.
"Jangan sampai ada penimbunan beras di gudang distributor. Jika ada distributor yang nekat menimbun beras, kami minta polisi tak segan untuk bertindak tegas," papar Abah Anton panggilan akbrabnya.
Dijelaskannya, laporan dari dinas terkait yang menggelar sidak ke beberapa gudang beras sejak Senin (2/3) lalu, ternyata masih belum dilaporkan adanya dugaan penimbunan beras.
"Dari hasil sidak, stok beras memang kosong, sehingga harganya naik. Semoga saja tidak ada distributor yang menimbun beras," paparnya.
Pemerintah Kota Malang optimis, harga beras bisa kembali normal, apalagi pemerintah terus mengucurkan raskin serta menggelar operasi pasar.
"Harga beras naik karena keterlambatan pengiriman saja, saya yakin harganya akan berangsur normal," pungkasnya.



