Jember Kembali Alami Deflasi

Jember Kembali Alami Deflasi

JEMBER (BangsaOnline) - Kabupaten Jember kembali mengalami deflasi atau penurunan harga pada beberapa komoditas yang digunakan oleh masyarakat. Kabupaten Jember pada bulan Februari tercatat mengalami deflasi sebesar 0,54 persen.

Angka tersebut didorong oleh kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 1,85 persen. Disusul dengan Kelompok Bahan Makanan dengan andil sebesar 1,37 persen.

“Penurunan harga BBM pada 16 Januari lalu memang masih punya andil besar terhadap deflasi pada bulan Februari ini,” kata Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember, Lukman Hakim (5/3).

Kabupaten Jember mengalami deflasi untuk kedua kali kurun waktu 2 bulan pada awal tahun 2015 ini. Pada bulan Januari lalu, Kabupaten Jember juga mencatatkan deflasi sebesar 0,24 persen. Selain faktor penurunan harga BBM, penurunan harga pada sejumlah komoditas juga dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat. Pasalnya, semakin pola konsumsi masyarakat cenderung menurun, maka laju inflasi juga bisa terkendali.

“Angka deflasi yang terjadi di Kabupaten Jember ini lebih tinggi dibandingkan deflasi yang terjadi di Jawa Timur, yakni sebesar 0,52 persen dan nasional sebear 0,36 persen,” ujar Lukman.

Sedangkan secara tahunan, Jember mengalami inflasi sebesar 5,34 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur 6,00 persen dan Nasional 6,29 persen.

“Berdasarkan disagregasi inflasi secara bulanan, deflasi dipicu oleh kelompok administered price (tarif) dan kelompok volatile food,” ungkapnya saat pertemuan bulanan TPID di Kantor BI kemarin.

Kelompok administered price mengalami deflasi sebesar 2,30 persen. Akibat menurunnya harga komoditas bensin dan solar. Kelompok volatile food yang mengalami deflasi sebesar 2,22 persen akibat menurunnya harga cabai rawit, kacang panjang, telur ayam ras, tomat sayur, cabai merah, labu siam, salak, wortel dan bawang merah.

“Secara bulanan, Nasional mengalami deflasi sebesar 0,36 persen. Sedangkan Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,52 persen. Pada bulan Februari 2015, seluruh kabupaten / kota di Jawa Timur mengalami deflasi,” paparnya.

Pada bulan Feburari lalu itu, Jember menempati posisi kelima teratas untuk besaran deflasi. Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten yang mengalami deflasi tertinggi dari 8 kabupaten / kota lainnya di Jawa Timur.

“Diikuti oleh Kediri dengan tingkat deflasi sebesar 0,83 persen, Malang deflasi sebesar 0,57 persen, Sumenep deflasi sebesar 0,56 persen, Jember sebesar 0,54 persen, Madiun sebesar 0,51 persen, Surabaya sebesar 0,42 persen dan Probolinggo sebesar 0,42 persen,” pungkasnya.