Wali Kota Kediri Paparkan Strategi Penanganan Covid-19 ke Mahasiswa Baru Universitas Wahidiyah

Wali Kota Kediri Paparkan Strategi Penanganan Covid-19 ke Mahasiswa Baru Universitas Wahidiyah Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan strategi penanganan Covid-19 di Kota Kediri saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Wahidiyah melalui Zoom, Rabu (8/9).

Menurutnya, strategi penanganan Covid-19 di Kota Kediri dilakukan mulai dari hulu ke hilir hingga penanganan dampak. Dari hilir yang dilakukan yaitu mengendalikan mobilitas, penyekatan, dan pengalihan arus, testing dan tracing.

Sedangkan penanganan hilir yaitu penanganan warga isoman, penyediaan ruang isolasi terpusat, penambahan tempat tidur di rumah sakit, menjaga ketersediaan oksigen dan obat. Sementara penanganan dampak, dilakukan dengan memberikan bantuan sosial bagi warga dan pelaku usaha.

“Kita juga mengadakan koordinasi pagi penanganan Covid-19 (Kopi Paid). Kita bahas perkembangan kasus dan penanganannya setiap hari. Sampai hari ini juga masih ada penyekatan di beberapa ruas jalan untuk membatasi mobilitas. Penambahan vaksin juga terus dilakukan. Saya bersama forkopimda juga memantau distribusi oksigen supaya stoknya cukup. Pemerintah Kota Kediri juga membagikan dana Sahabat kepada 28.783 Kepala Keluarga,” ungkapnya.

Adapun untuk penanganan dampak Covid-19, Wali Kota Abu Bakar menginstruksikan gerakan berbagi membantu masyarakat terdampak Covid-19. Sampai hari ini gerakan tersebut masih terus berjalan. Selain itu, ada juga Bantuan Isolasi Mandiri (Batman) yang melibatkan lembaga dan komunitas untuk membantu khususnya warga yang sedang melakukan isolasi mandiri melalui Si Jamal (Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial).

"Si Jamal ini para amil zakat yang ada di Kota Kediri yang siap memberikan tenaganya. PKK Kota Kediri juga ambil bagian dalam program vaksinasi dan membuat dapur TP PKK Kota Kediri untuk menyediakan nasi bungkus yang diberikan pada warga yang menjalani isoman," terangnya.

Penanganan dampak ekonomi juga telah dilakukan Pemerintah Kota Kediri, di antaranya dengan meluncurkan program Kredit Usaha Melayani Warga Kota Kediri (Kurnia) yang memberikan pinjaman modal usaha bagi pelaku usaha mikro dan koperasi dengan bunga 2%. Upaya lainnya yang dilakukan yaitu membebaskan denda keterlambatan pajak dan membuat imbauan dan monitoring ke perusahaan untuk menghindari PHK.

“Kita juga melakukan percepatan digitalisasi kepada UMKM. Kita perkenalkan UMKM di Kota Kediri pada marketplace di Indonesia. Kita juga mengedukasi pusat perbelanjaan, bahwa saat ini harus menginstal aplikasi PeduliLindungi. Jadi kalau adik-adik mau masuk mall di Kota Kediri harus memakai aplikasi tersebut sesuai dengan instruksi dari pusat,” paparnya.

Di sela kegiatan PKKMB, ia juga membuka sesi tanya jawab bagi para mahasiswa. Ilham Malik Fajar, mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika menanyakan terkait persiapan pembelajaran tatap muka di Kota Kediri yang sudah masuk level 3.

Menanggapi hal tersebut, Abu Bakar menyampaikan bahwa saat ini masih mempersiapkan mekanisme pembelajaran tatap muka secara matang.

“Tetap kita sediakan materi untuk daring. Jadi saat ini ada orang tua yang menerima dan masih takut anaknya bersekolah. Jadi kita harus sama-sama menghormati dan dinamis menyesuaikan diri,” pungkasnya. (uji/rev)

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO