BANYUWANGI (bangsaonline) - Perputaran arus kas Bank Indonesia Jember, selama musim kampanye 2014 menurun dibandingkan dengan pemilu 2009. Penurunan mencapai hingga Rp 300 M.
Deputi Kepala Perwakilan pada Bank Indonesia Jember Dwi Suslamanto mengatakan hal ini, usai menggelar sosialisasi keaslian uang rupiah dan cara memberlakukan uang, bertempat di Pondok Nirwana Jember, Sabtu 29 Maret 2014, bahwa penurunan ini terhitung sejak bulan Januari – Pebruari 2014.
Di mana perputaran uang di Bank Indonesia ini dihitung berdasarkan net inflow, yakni inflow (penerimaan) lebih besar dibandingkan dengan uang yang keluar. Net inflow ini, berasal dari keuangan yang masuk dari perbankan se wilayah eks karisidenan Besuki, termasuk Banyuwangi.
Namun uang tersebut yang dalam bentuk tunai inflow-nya lebih kecil dibandingkan dengan outflow.
Karakteristik perputaran uang di Bank Indonesia yang meliputi Lumajang plus Karisidenan Besuki net inflow di Bulan Januari ke Pebruari terjadi penurunan. Artinya ada peningkatan outflow pada bulan Pebruari. Untuk net inflow pada bulan Januari sebesar Rp. 859 miliar, untuk bulan Pebruari menurun hingga Rp 588 miliar. Hal ini menunjukkan adanya aktifitas ekonomi yang cukup besar di perbankan masing-masing kabupaten yang menjadi wilayah dari Bank Indonesia Jember.
“Selain aktifitas politik, penurunan outflow ini juga dipicu dengan aktifitas bisnis yang sudah mulai tumbuh pada bulan Februari. Banyaknya permintaan kredit untuk usaha, juga sudah mulai tumbuh pada bulan Februari,” ujar Dwi.
Dikatakan juga oleh Dwi, aktifitas bisnis yang didorong oleh perpolitikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Namun hal ini tidak sebesar pada pemilu 2009 yang lalu. Hal ini karena, jumlah partai politik peserta pemilu pada tahun 2014 ini tidak sebanyak partai politik di tahun 2009 yang lalu. “Begitu juga dengan batasan untuk biaya kampanye. Hal ini yang menyebabkan uang yang beredar pada pemilu legislative lebih kecil dibandingkan dengan tahun 2009,” ujarnya.
Perputaran uang yang terbanyak justru dari sektor perhotelan dan restauran. Yakni banyaknya caleg yang membawa tim dan tamu dari luar wilayah dan ada aktifitas bisnis. Dengan pembayaran hotel dan membayar makanan di restaurant juga catering, menambah semakin kecangnya arus perputaran keuangan di wilayah Jember dan sekitarnya.




