Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu menjelaskan, pelambatan ekonomi tersebut indikasinya daya beli masyarakat rendah yang secara otomatis akan berdampak terhadap daya jual dagangan di pasar.
"Tugas pemerintah mendorong kesehatan masyarakat, dan mudah-mudahan rezekinya diberi kelancaran. Tetapi sehat itu ada caranya, yaitu protokol kesehatan," ujar mantan anggota DPRD Jawa Timur ini.
Bupati murah senyum itu menginginkan pasar sebagai tempat transaksi ekonomi masyarakat dapat menekan angka penyebaran Covid-19 dan perekonomian masyarakat semakin meningkat.
"Kami bersama teman-teman Forkopimda merancang cara dan strategi bagaimana ekonomi di pasar dengan penjagaan kesehatan yang bagus bisa berjalan seimbang. Kesehatan masyarakat baik, tetapi ekonomi masyarakat juga semakin baik," harapnya.










