Benny Sampirwanto - Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov. Jatim ketika menandatangani SK pelantikan secara simbolis, Jumat (24/9).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah Provinsi Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (24/9/21).
Berdasarkan Keputusan Gubernur 821.2/4445/204/2021 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan, lima pejabat yang dilantik ialah pertama, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si. sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Prov. Jatim. Kedua, Dr. Hudiyono, M.Si. sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim. Ketiga, Dr. Andriyanto, M.H., M.Kes. sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Genjot Produktivitas Tebu, Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Kediri

Keempat, Dr. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si. sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Kelima Ir. Joko Irianto, M.Si. sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
Pelantikan itu sendiri sempat tertunda dari jadwal yang sudah ditetapkan. Semula dijadwalkan pukul 16.00 WIB, molor hingga pukul 21.00 WIB. Meski molor, Gubernur bersyukur karena proses pelantikan tetap berjalan dengan baik. Molornya waktu pelantikan menurut Gubernur karena ada beberapa pejabat yang akan dilantik masih ada pertemuan dengan DPRD Jatim.
"Proses-proses hari ini, ada beberapa kepala OPD selesai mengikuti pembekalan kompetensi kepemimpinan, juga harus beradaptasi. Dan ada posisi yang lebih dari satu tahun yang belum diisi staf ahli. Beberapa PR kita adalah bagaimana meningkatkan indeks demokrasi. Saya minta ketiga staf ahli segera melakukan koordinasi,” ujar Gubernur.
Mutasi yang dilakukan kali ini belum mengisi seluruh jabatan yang kosong di Pemprov Jatim. (dev/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




