
Terkait postingan tersebut, Tosin, paman korban tidak terima keponakannya dikatakan meninggal akibat kecelakan lalu lintas. Sebab, ia menyaksikan sendiri terdapat luka bekas sabetan benda tajam di tubuh Ivan Septiawan saat jenazah masih di tempat kejadian perkara (TKP).
"Jika akibat kecelakan, seharusnya luka almarum tidak tunggal. Dan dalam lukanya, biasanya kalau kecelakaan ada memar atau ada yang patah, namun (luka) almarhum hanya di punggung saja. Ini satu lukanya atau tunggal seperti yang beredar saat ini. Oleh sebab itu, keluarga tidak terima kalau almarhum dikatakan meninggal akibat kecelakan," ujarnya saat ditemui wartawan di rumahnya, Desa Keleyan, Kecamatan Socah.
Ia menegaskan, bahwa keluarga meyakini Ivan merupakan korban pembacokan. "Kalau kecelakan pasti ada robek, lukanya bukan satu, ada memar dan lainnya," cetusnya.










