Datang Tengah Malam, Gubernur Jatim Tinjau Bencana Jalan dan Ruko Ambles di Jember | BANGSAONLINE.com - Berita Terkini - Cepat, Lugas dan Akurat

Datang Tengah Malam, Gubernur Jatim Tinjau Bencana Jalan dan Ruko Ambles di Jember

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muhammad Hatta
Selasa, 03 Maret 2020 12:02 WIB

Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau bencana amblesnya jalan dan ruko di kawasan Jompo, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Rabu (4/2/2020) dini hari.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang langsung meninjau bencana amblesnya jalan dan ruko di kawasan Jompo, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, , Jawa Timur, Rabu (4/2/2020) dini hari.

Datang sekitar pukul 00.15 WIB, Khofifah bersama rombongan yang menumpang mobil Toyota Hiace disambut langsung Bupati Faida. Kemudian langsung melakukan rapat kordinasi di tenda posko bencana yang sudah disiapkan sebelumnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut tampak dihadiri stakeholder terkait, di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Jatim Suban Wahyudiono, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Ahmad Subki, dan jajaran dinas terkait. Sementara itu untuk jajaran Forkopimda, hanya tampak diwakili oleh Bupati Faida sendiri, dan juga Dandim 0824 Letkol Inf La Ode M Nurdin.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati Faida menyampaikan laporan terkait penanganan yang sudah dilakukan Pemkab terkait bencana amblesnya jalan dan ambruknya .

Setelah rapat tersebut, Gubernur Khofifah menuju lokasi bencana untuk meninjau langsung kondisi pasca kejadian dan sejauh mana penanganan bencana yang sudah dilakukan Bupati Faida dengan jajarannya.

"Persis sebulan lalu kami bersama ibu bupati, Pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Subki dari BPJN juga sudah meninjau langsung dan memang saat itu kita tegaskan untuk segera melakukan proses pembongkaran (ruko)," kata Khofifah saat dikonfirmasi wartawan usai meninjau lokasi bencana.

Khofifah menjelaskan, terkait penanganan bencana tersebut, nantinya akan dilakukan pembersihan dan pembongkaran dengan menutup akses Jalan Sultan Agung. "Hari ini langsung harus segera dilakukan pembongkaran. Sehingga tadi pagi (kemarin, red) saya sudah berkomunikasi dengan Pak Subki dan Kementeriaan PUPR supaya proses bisa dilakukan integeratif, antara timnya dari Pemkab, pemprov, dan PUPR," ulasnya.

"Karena terkait wilayah terdampak, jalannya nasional, sungainya wewenang pemprov, dan untuk bangunannya wilayah pemkab. Tidak ada kendala sama sekali," sambungnya.

Dengan kondisi ini, gubernur pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat . "Karena terkait pembersihan dan pembongkaran yang akan dilakukan ini, akan menutup Jalan Sultan Agung, sehingga kami harap maklum," katanya.

Terkait rapat koordinasi yang dilakukan beberapa kali sebelumnya, mantan Menteri Sosial ini juga menyampaikan, sudah merencanakan langkah strategis. "Sehingga sekarang ditangani. Terkait pengambilan keputusan kebencanaan itu undang-undang yang mengatur," pangkasnya. (ata/yud/rev)

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video