Rombongan Barikade Gus Dur Kota Malang usai audiensi dengan Bawaslu.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Heboh beredarnya tabloid KBA Newspaper di Masjid Al-Amin Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, belum berakhir.
Tabloid tersebut dinilai meresahkan Warga Kota Malang. Diduga, tabloid tersebut sengaja disebarkan untuk kepentingan politik Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
BACA JUGA:
- Kenang Nilai 11 dari 100 yang Diberikan Anies, Prabowo: Aku Nggak Dendam
- Didampingi Bupati Kediri, Anies Baswedan Sapa Siswa SMA Dharma Wanita Boarding School
- Berharap MBG Lancar, Anies Baswedan: Tapi Pendidikan Bukan soal Makan
- Dhito Bupati Kediri dan Pramono Gubernur DKI, Anies Baswedan: Historis, Bapak-Anak Dilantik Bareng
Menyikapi hal tersebut, Barisan Kader (Barikade) Gus Dur Kota menyampaikan aduan ke Kantor Bawaslu Kota Malang yang berada di Kecamatan Blimbing. Pengurus Barikade Gus Dur dipimpin langsung oleh Ketua Dersi Hariono.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Dersi menjelaskan bahwa kedatangannya ke Bawaslu Kota Malang untuk meminta tanggapan dan penjelasan terkait beredarnya tabloid KBA. Menurutnya, beredarnya tabloid tersebut dapat merusak kerukunan, kenyamanan, serta kondusivitas Masyarakat Kota Malang.
"Karena ini belum ada kontestasi pemilu, terus ada selebaran atau tabloid yang mengangkat figur calon. Bagaimana tanggapan bawaslu," ucapnya.
Dersi mengaku sangat kecewa dan miris ketika tempat ibadah dijadikan ajang manuver politik dengan pembagian tabloid yang notabone bermuatan politik.
"Kita sebagai Kader Gus Dur Kota Malang sangat prihatin dengan kejadian seperti itu. Karena Kota Malang ini sudah kondusif. Dan, Barikade Gus Dur sesama institusi ormas yang bukan bagian dari partai politik ini dengan Bawaslu, mari sama-sama bersinergi menanggulangi hal-hal semacam itu," jelasnya, Minggu (25/9/2022).

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




