Inisiasi pengembangan kawasan industri halal yang telah dimplementasikan oleh UTM di antaranya, kawasan industri halal produk olahan garam, kawasan industri halal produk olahan daging sapi, kawasan industri halal produk olahan rempah (jamu) Madura, olahan jagung, kawasan wisata halal Lon Malang, serta Indonesia Islamic Science Park (IISP).
Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya berharap Pemerintah Pusat dapat menetapkan Madura sebagai kawasan industri halal dan mempercepat pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) Madura.
Tak hanya itu, Universitas Trunojoyo Madura meminta pemerintah untuk menggunakan benih jagung Madura 3 UTM untuk memenuhi kebutuhan benih jagung di Madura sebesar 5.400 ton per tahun. Serta pemanfaatan teknologi purifikasi garam industri UTM untuk memenuhi kebutuhan garam industri yang saat ini masih impor sebesar 3 juta ton per tahun.
“Kami juga siap melakukan upaya lebih konkret dalam pemurnian sapi Madura “papabaru” melalui peningkatan kualitas dan kuantitas bibit unggul, manajemen pakan, kelembagaan peternak, integrasi antar aktor berbasis TIK, dan kewirausahaan berbasis budaya lokal,” ujarnya.









