Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Deby Kurniawan saat reses di Gresik. foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Deby Kurniawan disambati sarana dan prasaran (sarpras) Pendidikan di Kabupaten Gresik tak layak, saat melakukan serap aspirasi (reses) di Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik, Minggu (13/3/2022).
Hariyanto, salah satu kepala sekolah mengungkapkan, data pada Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik saat ini terdapat 399 sekolah dengan kondisi rusak berat, sedang, dan ringan. Untuk perbaikan sarpras tersebut membutuhkan bantuan dana sekitar Rp 300 miliar. Namun, alokasi untuk rehabilitasi dalam APBD Gresik di tahun 2022 hanya sekitar Rp 30 miliar.
BACA JUGA:
- Sidang Penganiayaan Pegawai DPUTR Gresik, Terdakwa Dituntut Pasal 466 KUHP
- Komisi II DPR RI Bahas Sengketa Lahan TNI AL dengan Warga Pasuruan
- Perlintasan KA Gresik-Babat Diperbaiki Lima Hari, KAI Daop 8 Imbau Pengendara Kurangi Kecepatan
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
“Itu fakta yang terjadi. Selain kami minta agar diberikan bantuan perbaikan sarpras, kami juga mohon alokasi untuk kuota Program Indonesia Pintar (PIP) ditambah lagi,” ucap Haryanto saat mengikuti reses.
Menanggapi aspirasi terkait sarpras pendidikan yang tak layak, Debby Kurniawan mengakui seharusnya dengan alokasi anggaran 20% dari APBN mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di dunia pendidikan.
“Sebenarnya, permasalahan sarpras lembaga pendidikan yang tak layak bukan hanya di wilayah 3T (terdepan, terpencil dan tertingga) saja. Tapi, realitas itu masih banyak dijumpai di Pulau- Pulau Jawa. Banyak bangunan sekolahan yang tidak layak,” ungkapnya.
Deby menyebutkan, ada alokasi anggaran dari APBN 2022 untuk pendidikan di Kabupaten Gresik dari pemerintah pusat.
“Dari data saya, alokasinya sekitar Rp 80 miliar,” ungkap legislator dari daerah pemilihan (Dapil) X (Gresik dan Lamongan) ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




