Ia mengungkapkan, pandemi yang terjadi semakin menguatkan pentingnya air sebagai sarana mencegah penularan penyakit dan akses air bersih otomatis menjadi kunci penting pencegahan penularan Covid-19. Berdasarkan data dari PBB melalui SDG’S, sebanyak 6,4 persen orang dari populasi di dunia atau sekitar 3 milliar orang tidak memiliki fasilitas untuk mencuci tangan dengan air dan sabun.
Bertepatan dengan hari air sedunia ini, penanaman pohon di sekitar waduk dinilai bupati sangat tepat sasaran. Pasalnya, selain menambah oksigen di sekitar kawasan pedesaan, penanaman pohon juga dilakukan sebagai upaya penampungan sumber mata air berkelanjutan.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat untuk anak cucu kita kelak. Kita meninggalkan jejak kebaikan terutama memenuhi kelestarian sumber daya air,” kata Yuhronur.
Sementara itu, Kepala PU Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan, Jupri, menyebut hari air sedunia setiap tahunnya diperingati setiap 22 Maret sebagai bentuk kesadaran dan upaya mencegah krisis air di bumi. Sebagaimana diketahui, manusia tidak dapat hidup dengan air.









