Lebih lanjut bupati berkacamata itu menerangkan, besarnya kerugian terjadi karena saat terjadi kebakaran mayoritas pedagang baru saja kulak barang yang akan dijual.
"Kebakaran itu terjadi paska lebaran. Mayoritas pedagang baru kulak barang. Kerugiannya mencapai ratusan juta, bahkan ada yang mencapai lima ratus juta rupiah," ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari Bantuan Tak Terduga (BTT) APBD Kabupaten Kediri. Pihaknya juga berharap dengan bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri itu, akan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pedagang di pasar tersebut.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menuturkan, saat ini pihaknya tengah memverifikasi ulang data pedagang penerima bantuan tersebut. Verifikasi ulang itu menurutnya dilakukan karena adanya update data pedagang yang diterimanya.










