MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Ternyata ada cerita tersisa dari kunjungan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur. Nyai Hj Alif Fadlilah, istri Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, mengaku kesal terhadap protokol Wapres KH Ma’ruf Amin saat berkunjung ke pondok pesantren yang diasuhnya. Alasannya, sebagai tuan rumah dirinya justru merasa dikibuli oleh protokol Wapres.
Menurut dia, sebelum Wapres Kiai Ma’ruf Amin datang ke pondoknya, pihak protokol memberitahukan soal protap dan prosedur kedatangan Wapres Kiai Ma’ruf Amin bersama Paspampres.
Saat itu jadwal Wapres Kiai Ma’ruf Amin langsung menuju kediaman Kiai Asep Saifuddin Chalim di Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Setelah itu baru ke lokasi acara. Yaitu di Masjid Kampus Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) untuk menghadiri Sarasehan dan Pengukuhan Pergunu hasil Kongres III yang jaraknya sekitar 2 KM.
“Saat itu protokolnya bilang, nanti Pak Kiai Asep satu mobil dengan Bapak Wapres. Sedang Bu Nyai bersama Bu Wapres, istri Kiai Ma’ruf Amin,” tutur Nyai Alif Fadlilah kepada BANGSAONLINE.com, Ahad (12/6/2022).

(Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur dalam acara Sarasehan dan Pengukuhan Pergunu dalam acara Sarasehan dan Pengukuhan Pergunu di Masjid Kampus Institut KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Jumat (3/6/2022). Foto: aris/bangsaonline.com)
Ternyata apa yang disampaikan protol Wapres itu tak sesuai dengan perlakukan yang ia terima.
“Saya dan Pak Yai dinaikkan mobil “gerobak” paling belakang. Tahu gitu saya naik mobil sendiri. Masak tuan rumah diperlakukan seperti itu. Ini kan mengibuli kami sebagai tuan rumah,” kata Bu Nyai Alif Fadlilah kesal.
Ia menyebut mobil “gerobak” karena mobil itu dalam posisi paling belakang dan sudah berisi banyak orang. “Tahu gitu saya naik mobil sendiri,” kata Nyai Alif Fadlilah lagi. Mobil yang biasa dipakai Kiai Asep dan Nyai Fadlilah adalah Alphard terbaru.
Sekedar informasi, Kiai Asep punya puluhan mobil, diantaranya empat mobil Alphard. Selain itu juga mobil Mercy, Camry, Accord dan mobil mewah lainnya.

(Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin didampingi Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat acara Sarasehan dan Pengukuhan Pergunu di Masjid Kampus Institut KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Jumat (3/6/2022). Foto: mma/bangsaonline.com)
Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, Wapres Kiai Ma’ruf Amin berkunjung ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur pada Jumat 3 Juni 2022. Tapi acara kunjungan itu banyak mendapat keluhan karena protokolnya sangat ketat dan dianggap berlebihan. Terutama dalam memperlakukan Kiai Asep dan keluarganya sebagai tuan rumah. Padahal Kiai Asep dikenal sebagai ulama besar.
“Seharusnya protokol Wapres tahu bahwa Kiai Asep itu tokoh besar, jangan diperlakukan seperti itu. Apalagi beliau tuan rumah,” kata salah seorang panitia acara Sarasehan dan Pengukuhan Pergunu kepada BANGSAONLINE.com, Ahad (12/6/2022).
Ia memberi contoh saat Wapres Kiai Ma’ruf Amin berada di kediaman Kiai Asep. “Hanya sebentar sudah diberi aba-aba agar segera berangkat. Padahal Pak Kiai Asep masih akan mendoakan Pak Wapres. Begitu juga Pak Wapres akan mendoakan Pak Kiai Asep,” tuturnya.
Ia berharap peristiwa seperti itu tak terjadi lagi. Apalagi kultur pondok pesantren dikenal sangat santun, lembut dan berakhlak. "Pengamanan di pesantren tak usah berlebihan lah. Kan sudah tahu bahwa pesantren itu tak pernah neko-neko," katanya.
Panitia acara itu berpesan agar Wapres atau Presiden harus memilih tenaga protokol dan paspamres yang paham kultur pesantren untuk kunjungan ke pesantren berikutnya.
Ia yang mengatur acara itu bercerita bahwa Kiai Asep mengeluarkan banyak dana untuk penyambutan Wapes Kiai Ma’ruf Amin. “Ya sekitar Rp 100 juta untuk menyewa berbagai peralatan penyambutan Wapres, termasuk kursi, AC, dan alat-alat lainnya. Padahal kita tahu Kiai Asep itu tak pernah mau menerima sumbangan, termasuk dari pemerintah,” tegasnya.
Sebaliknya, kata dia, Kiai Asep justru selalu memberikan cindera mata kepada siapa pun yang berkunjung ke pondok yang diasuhnya. Termasuk para tokoh nasional.
Biasanya cindera mata itu dikemas dalam tas koper atau model ransel. Apa isinya? “Sorban, sajadah, madu Yaman, sarung BHS, kain batik, dan tiga buku,” tutur Mas Taufik dan Mas Rahmat, dua ajudan Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com.
Tiga buku yang dimaksud adalah buku berjudul Kiai Miliarder Tapi Dermawan yang bercerita tentang kiprah Kiai Asep. Kemudian buku berjudul Kiai Besar Bin Kiai Besar yang Berpikiran Besar dan buku berjudul Membangun Manusia Indonesia.
Tapi protokol Wapres Kiai Ma’ruf Amin melarang pemberian cindera mata itu dengan alasan keamanan dan juga gratifikasi. “Kalau itu kami memaklumi,” kata Mas Taufik dan Mas Rahmat yang sehari-hari mendampingi Kiai Asep.
Lalu bagaimana tanggapan Kiai Asep Saifuddin Chalim? Dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Kiai Asep tersenyum. "Pak Wapres Kiai Ma'ruf Amin itu wali santri Amanatul Ummah. Putrinya lulusan pondok sini," kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com, Ahad (12/6/2022).
Ketika BANGSAONLINE.com tanya apa benar Kiai Asep dinaikkan mobil terpisah dengan Wapres dan bahkan di mobil paling belakang, tak sesuai janji pihak protokol Wapres, lagi-lagi Kiai Asep tersenyum.
"Ya saya kan bersama Bu Nyai. Semula saya mau naik mobil sendiri. Tapi oleh protokol Wapres dikasih tahu kalau saya nanti satu mobil bersama Wapres. Sedang Bu Nyai bersama istri Wapres. Tapi ternyata saya ditaruh mobil lain, paling belakang," tutur Kiai Asep.
"Ya sudahlah, kan sudah selesai," katanya. (mma)










