Ringkasan Berita
- KH Ubaidillah Ruhiat, Rais Syuriah PBNU, secara terbuka mendukung Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim untuk menjadi Rais 'Aam Syuriah PBNU, keyakinannya disampaikan dalam acara haul di Bandung.
- Dukungan terhadap Kiai Asep dinilai kuat karena kapasitas keulamaan, kepemilikan beberapa pondok pesantren besar (Amanatul Ummah), dan kemandirian ekonomi yang membuatnya dikenal sebagai kiai miliarder yang dermawan.
- Gelombang dukungan telah datang dari banyak daerah, termasuk 23 PCNU se-Jawa Barat plus PWNU Jawa Barat, serta PCNU dari Kalimantan Tengah, Banten, NTB, dan DKI Jakarta yang mendukung Kiai Asep masuk Ahllul Halli Wal Aqdi (AHWA).
- Proses seleksi pimpinan NU akan berlangsung melalui Munas Alim Ulama dan Konbes pada 20-21 Juni 2026 di Ploso, Kediri, dilanjutkan dengan Muktamar NU pada awal Agustus 2026 untuk memilih kepemimpinan baru.
- Kiai Asep menanggapi dukungan gurunya tersebut dengan rendah hati, menyebutnya sebagai dukungan seorang kiai kepada santrinya, dan mengungkapkan pernah nyantri di Pesantren Cipasung meski tidak lama.
BANDUNG, BANGSAONLINE.com - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Ubaidillah Ruhiat, B.A, mendukung Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menjadi Rais ‘Aam Syuriah PBNU. Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya Jawa Barat itu bahkan yakin Kiai Asep Saifuddin Chalim bakal jadi Rais ‘Aam Syuriah PBNU.
“Ini akan ada Munas dan Konbes di Ploso Kediri Jawa Timur. Saya yakin Kiai Asep Saifuddin jadi Rais ‘Aam Syuriah PBNU,” tegas KH. Ubaidillah Ruhiat saat menyampaikan sambutan dalam acara Haul Muassis dan Masyayikh Pondok Pesantren Al Husaeni Lebakbiru, Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/6/2026).
Para kiai dan tokoh NU yang hadir mengucapkan amin.
“Sudah begitu saja,” ujar KH. Ubaidillah Ruhiat dalam sambutan singkat yang langsung memungkasi pidatonya.
Bagaimana tanggapan Kiai Asep?
"Itu dukungan dari seorang kiai kepada santrinya," ujar Kiai Asep kepada BANGSAONLINE, usai acara.
Kiai Asep memang pernah mondok di Pesantren Cipasung Jawa Barat, meski tidak lama.
"Saya sempat hatam dua kitab," ujar Kiai Asep saat menyampaikan mau'idzah hasanah dalam acara Haul Muassis dan Masyayikh Pondok Pesantren Al Husaeni Lebakbiru Bandung itu.
Salah satu kitab yang dikhatamkan Kiai Asep di Pesantren Cipasung adalah Imrithi, tata bahasa Arab.
"Kitab yang kemudian menjadi dasar bagi saya untuk bisa baca kitab," ujar Kiai Asep di depan para kiai dan ibu-ibu yang hadir.
Dukungan terhadap Kiai Asep memang semakin tak terbendung. Putra pendiri NU KH Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka Jawa Barat itu dianggap layak menakodai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dan dunia itu.
Banyak alasan fundamental PCNU dan PWNU mendukung Kiai Asep sebagai Rais ‘Aam Syuriah PBNU. Mantan Ketua PCNU Kota Surabaya itu selain punya kapasitas intelektual keulamaan juga memiliki beberapa pondok pesantren besar yaitu Amanatul Ummah di Jalan Siwalankerto Surabaya.
Kiai Asep juga memiliki Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet Mojokerto Jawa Timur dan juga di Leuwimunding Majalengka Jawa Barat.
Kiai Asep juga sedang merintis pesantren di kampung NU di Desa Humbang Raya, Mantangai, Kapuas, Kalimantan Tengah. Namanya juga Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Pesantren ini dirintis atas inisiatif tokoh-tokoh NU Palangkaraya.
Selain itu Kiai Asep dianggap selesai secara ekonomi. Bahkan Kiai Asep dikenal sebagai kiai miliarder tapi dermawan.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, sebanyak 23 PCNU se-Jawa Barat plus PWNU Jawa Barat terang-terangan mendukung Kiai Asep masuk sebagai nggota Ahllul Halli Wal Aqdi (Ahwa) dalam Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada awal Agustus 2026. Selain Kiai Asep, 23 PCNU itu juga menyebut nama Prof Dr KH Said Aqil Siraj.
Dukungan itu ditegaskan secara terbuka dalam acara silaturahim kiai NU di kediaman Kiai Asep di Kangampel Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026).
Dukungan kepada Kiai Asep masuk Ahwa juga muncul dari PCNU Pangkaraya, Kalimantan Tengah, PCNU Serang Banten, PCNU Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, beberapa PCNU di DKI Jakarta, dan PCNU serta PWNU di beberapa daerah lainnya.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konfrensi Besar (Konbes) akan digelar pad 20 hingga 21 Juni di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri Jawa Timur. Sementara Muktamar NU diagendakan digelar para awal Agustus 2026.










