Lahan yang tersedia itu dimanfaatkan sesuai potensi di masing-masing wilayah. Misalnya, aset berupa lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Ketika lahan aset berupa tambak, maka bisa dijadikan usaha perikanan.
"Pertama kita lihat apa yang bisa kita lakukan untuk aset itu. Kedua, MBR atau yang belum mendapat pekerjaan kita tawarkan apa yang mereka inginkan. Nah, kita sampaikan bisa tidak kalau model (usaha) seperti ini," katanya.
Minimal, Eri Cahyadi menargetkan keluarga MBR yang memanfaatkan lahan aset tersebut bisa mendapatkan tambahan pemasukan Rp2 juta per bulan. "Kalau sudah bisa berjalan, baru ditambah lagi. Nah, kita utamakan yang MBR dulu. Setelah itu, baru kita bergerak ke yang lainnya," jelas dia.
Politikus PDIP juga meminta jajarannya untuk bisa membaca peluang ketika membuka rumah padat karya di masing-masing wilayah. Ia meminta usaha yang dibuka rumah padat karya tidak menjadi pesaing usaha yang telah ada di wilayah tersebut. Kecuali peluang jenis usaha itu memang masih ada.










