Dok. Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau sekolah.Â
SURABAYA, BANGSAONLINE.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mengajak para siswa memanfaatkan masa libur sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan bijak. Liburan yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 11 Juli 2026 ini diharapkan menjadi momen untuk memperkaya pengalaman dan membentuk karakter, bukan sekadar beristirahat dari rutinitas kelas.
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, menekankan pentingnya peran serta orang tua untuk menjadikan masa libur ini sebagai ruang belajar non-formal yang menyenangkan di lingkungan rumah.
BACA JUGA:
- Gerak Cepat Tangani Genangan Usai Hujan Ekstrem, Pemkot Optimalkan Pompa dan Percepatan Drainase
- Pemkot Surabaya Gelar Diklat Juru Parkir Berkeselamatan, 70 Peserta Ikuti Sertifikasi Profesi
- Kembalikan Fungsi Jalan dan Saluran, Pemkot Surabaya Tertibkan 39 Bangli di Asemrowo
- Surabaya Fashion Festival 2026 Angkat Karya Desainer Lokal, Pemkot Dorong Industri Kreatif
“Liburan bukan berarti seluruh proses belajar dan pembentukan karakter ikut berhenti. Anak-anak tetap perlu didampingi agar memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif, produktif, dan memberikan pengalaman baru yang bermanfaat,” ujar Febri, Senin (22/6/2026).
Febri menyoroti salah satu tantangan terbesar saat libur sekolah, yaitu potensi melonjaknya durasi penggunaan gawai (screen time) pada anak. Oleh karena itu, ia meminta orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.
“Penggunaan gadget harus tetap berada dalam pemantauan orang tua. Ajak anak melakukan aktivitas positif dan jangan sampai seluruh waktu liburan hanya dihabiskan dengan bermain ponsel atau perangkat digital,” katanya.
Imbauan ini selaras dengan program Pemkot Surabaya melalui Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00–20.00 WIB, sebuah gerakan yang mengajak keluarga berinteraksi dan beribadah bersama tanpa distraksi ponsel.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




