Ditahan di Rutan Perempuan Surabaya, Bupati Probolinggo Nonaktif Wajib Berjemur Setiap Hari

Zaeroji mengungkapkan, alasan pemindahan ini karena para tersangka ingin dekat dengan anaknya yang masih berusia tiga tahun. Kendati demikian, Bupati Probolinggo nonaktif belum bisa dijenguk selama masih dalam masa karantina.

“Rutan Perempuan sudah mulai buka kunjungan terbatas, tapi untuk tahanan baru, baru bisa dikunjungi setelah masa karantina,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Amiek Dyah Ambarwati, mengatakan bahwa tahanan baru wajib melewati pemeriksaan medis sebelum masuk blok hunian. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, itu.

“Termasuk PTS, perlakuannya sama dengan yang lain,” ucap Amiek.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Ditahan di Rutan Perempuan Surabaya, Bupati Probolinggo Nonaktif Wajib Berjemur Setiap Hari - Halaman 2