Masalah yang terjadi akibat sistem tanam paksa di zaman tersebut. "Sistem tanam paksa tidak memberikan dampak baik untuk rakyat pribumi yang dipekerjakan secara paksa tanpa diberikan upah. Banyak lurah yang tidak sepakat dengan cara VOC ini menjadi korban adu domba dengan lurah-lurah yang pro pemerintahan Hindia Belanda," ungkapnya.
Konflik para lurah tersebut menjadi kisah heroik tersendiri. Cerita perjuangan melawan penjajahan. Bahkan akhirnya memunculkan kepedulian seorang pemuda dari Wonoayu yang bernama Rodji, yang membela rakyat saat berurusan dengan penjajah Belanda.
Ludruk Baladda didukung para pemain yang terdiri dari Rofi, Rehan, Khoirul Anam, Anam Kecenk, Rina, Tito, Robets, Ipoel, Ayok, Yoyok, Pentil, Puput, Roy, Wahyu, Yayan, Dion, Miko, Aldi, Arkha. Tari remo oleh Uriyati dan kidungan oleh Aris. Adapun stage manager oleh Aixa Paramita.
Penampilan ludruk Baladda ini membuat para pengunjung FSMP 2022 di Dekesda Art Center kerap tertawa, karena celetukan-celetukan segar dan kocak para pemain ludruk Baladda.










