“Bahkan, ke depan kami akan terus mengecat semua bangunan yang ada di sepanjang Jalan Kembang Jepun itu. Warna catnya sebagaimana rumah Pecinan, yaitu hitam, merah, dan gold. Selain itu, kami juga akan memasang papan nama di semua bangunannya. Papan nama itu nanti akan memakai tulisan Cina, dan ada artinya dalam bahasa Indonesia,” paparnya.

Pemkot Surabaya, kata Eri, akan terus melakukan pembenahan di kawasan itu. Sebab, ia ingin Kya-Kya Kembang Jepun menjadi alternatif tujuan wisata lainnya di Kota Pahlawan, selain Tunjungan Romansa dan Susur Sungai Kalimas.
“Sementara ini kita akan buka pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, mulai habis magrib sampai pukul 22.00 WIB. Namun, kami juga akan melihat antusiasme warga, jika memang tinggi tidak menutup kemungkinan akan kita tambah,” tuturnya.










