Dr Fadly Usman yang terlibat sejak awal Kiai Asep mendirikan pesantren bercerita bahwa apa yang ditulis dalam buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan itu baru koma, belum titik atau belum selesai. “Masih banyak dan panjang apa yang dikerjakan dan diperjuangkan Pak Yai Asep,” kata Fadly Usman dalam acara bedah buku yang berlangsung hingga pukul 11 malam lebih itu.
Sementara Prof Wajidi Sayadi menilai, buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan ini sangat inspiratif. Prof Wajidi semula mengaku hanya melihat daftar isi dan bab-bab buku itu. Tapi karena sangat menarik ia mengaku terhanyut membaca terus.
“Karena bahasanya nyaman dan yang ditulis tokoh punya aura sehingga orang yang membacanya langsung bisa menyerap. Terima kasih Pak Haji,” kata Prof Wajidi Sayadi kepada Mas’ud Adnan sebagai penulis buku tersebut.
Prof Wajidi juga membahas tentang kerdemawanan Kiai Asep. Menurut dia, sikap dermawan Kiai Asep sangat mulia karena sesuai dengan Hadits yang artinya: tangan di atas (memberi) lebih mulia ketimbang tangan di bawah (meminta).










