Ngaji Ekonomi itu dimulai dengan bedah buku. Kiai Asep menjadi nara sumber bersama M Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com yang juga penulis buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan tersebut.

Menurut Kiai Asep, kondisi ekonomi Indonesia masih belum memihak pada umat Islam, terutama warga NU. “Dulu pada tahun 1974 pabrik-pabrik milik orang asing. Saat itu saya masih berpikir, gak apa-apa, toh presidennya orang Indonesia, gubernurnya orang Indonesia, bupatinya juga orang Indonesia. Dengan demikian kebijakannya pasti memihak bangsa Indonesia,” kata Kiai Asep di hadapan sekitar 150 para pimpinan pondok pesantren dan kader NU yang bergerak di bidang ekonomi.
Ternyata hingga sekarang juga tak berubah. “Sekarang ekonomi malah dikuasai orang-orang yang kontribusinya tak jelas saat perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.










